feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Celetukangobrol

Powered by ShoutJax

Nikah Siri Vs Nikah Sori

Celetukanopik :


Cak Par yang lagi enakan leyeh-leyeh di atas lincaknya, tiba-tiba diteblek pundaknya oleh Cak No. Tentu saja Cak Par bangun dan berkata :

Cak Par :
Ada apa Cak No? Nggak ada hujan, nggak ada angin tiba-tiba datang.

Cak No :
Gini lho Cak Par, apa bener sampeyan punya rencana mau nikah siri?

Cak Par :
Bener! Kok kon eruh?

Cak No :
Wuah itu gosip sudah menyebar seantero kompleks sini, je!

Cak Par :
Artis dong gue? Ha ha ha.

Cak No :
Apa bener berita itu?

Cak Par :
Betul, betul, betul. Eh, kaya' Upin aja omongan saya. Pokoknya betul-maritul lah.

Cak No :
Kenapa?

Cak Par :
Why? Why not?

Cak No :
Ditanya baik-baik, kok malah cengengesan!

Cak Par :
Hidup itu cuma sekali, buat apa dibikin serius-serius. Kaya' jadi anggota Pansus Bank Century saja.

Cak No :
Jadi betul, niat mau nikah siri itu, ya? Berarti juga nikahnya itu tanda ketidak-seriusan.

Cak Par :
Sssst! Ngawur aja! Sampeyan itu jangan memelintir ucapan saya. Itu namanya character assasin (pembunuhan karakter). Bisa dipidana lho, kalo saya mau melaporkan. Nikah siri itu serius, bahkan duarius.

Cak No :
He he he! Becanda kali. Gitu aja kok marah? Katanya kan hidup itu tidak boleh serius-serius?

Cak Par :
Uwis-uwis sakkarepmulah!

Cak No :
Hi hi hi, ngambek ya? Sekarang kembali ke tanktop, eh salah laptop (niru omongannya Cak Tukul). Untuk apa nikah siri? Lha wong istrinya masih suemok, sueksi en sueger.

Cak Par :
Yo'i! Istri gue gitu loh! Habis dia cuma bisa ngasih satu anak. Masak anak cumak siji ndhil?

Cak No :
Urusan anak itu urusan Tuhan.

Cak Par :
Tapi manusia itu kan diwajibkan berusaha. Makanya saya punya inisiatif untuk kawin lagi. Sekalian untuk menolong perawan-perawan yang stock-nya kini sudah overload. Maksudnya biar mereka nggak medak-keleleran gitu!

Cak No :
Kan bisa cari cara yang lain?

Cak Par :
Ini kan pilihan saya. Lha wong niat saya baik, kok!

Cak No :
Weladalah arek iki!

Cak Par :
Kenapa sampeyan ini? Ikut-ikutan latah ngributi nikah siri. Nggak sekalian mbahas poligami.

Cak No :
Kalau sampeyan memang punya niat nikah siri, lebih baik dibatalkan saja. Lihat ini saya bawa UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang dalamnya berisi "anak yang dilahirkan dari perkawinan yang tidak dicatat oleh negara tak berhak mendapatkan Akte Kelahiran".

Cak Par :
Intinya?

Cak No :
Intinya adalah jika tak punya Akte Kelahiran, berarti anak tersebut tidak tercantum dalam Kartu Keluarga. Jika tak tercantum, berarti, tak bisa mengurus KTP. Kalau tak punya KTP, terus gimana? Selain nanti kalau terjadi percerian, harta gono-gininya jelas susah diurus.

Cak Par :
Halah gitu aja kok repot. Tinggal ngasih lenbaran puluhan ribu, sudah jadi tuh KTP. Nyatanya para teroris itu aja bisa punya banyak KTP dengan beragam identitas? Lagian saya kalau jadi nikah siri, akan buat surat wasiat tentang pemberian harta tersebut.

Cak No :
Ngeles aja sukanya!

Cak Par :
Cak No! Saya juga mengikuti perkembangan tentang RUU Perkawinan itu. Ada sekitar 10 pasal yang menyebutkan tentang pidana. Salah satunya adalah pasal 143, yang berbunyi "setiap orang yang dengan sengaja melangsungkan perkawinan tidak di hadapan pejabat pencatat perkawinan dipidana dengan denda hukuman Rp 6.000.000,- atau hukuman kurungan selama enam tahun". Ini jelas tidak adil tho. Orang yang hobinya selingkuh, zina, kumpul kebo dan abonemen PSK kok nggak dihukum berat, macam dicambuk maupun dirajam. Bahkan kalau diusut, paling banter masuk dalam ranah TIPIRING (Tindak Pidana Ringan). Nyaman sekali sih mereka. Padahal nikah siri itu lebih baik daripada nikah sori (berbuat mesum tanpa ada iktan pernikahan).

Cak No :
Cak Par! Saya juga tahu. Yang saya permasalahkan, mengapa harus nikah siri, nggak terang-terangan. Sesuai Hadits Rasulullah, malah dianjurkan untuk mengadakan walimah, publikasi telah mengadakan pernikahan.

Cak Par :
Saya itu punya gaweyan yang mengharuskan pegawainya itu tidak boleh punya istri/suami lebih dari satu orang. Apabila ada yang melakukannya secara sah dan meyakinkan menurut hukum yang berlaku. Maka akan terjadi pemecatan.

Mendengar hal itu, Cak No geleng-geleng kepala sambil ngeloyor pergi. Melihat hal itu Cak Par berusaha mencegah.

Cak Par :
Lho-lho mau kemana? Belum tutug ngobrolnya kok sudah pergi, mumpung masih gayeng nih! Nggak usah khawati, nanti saya suguhi rujak cingur dan tempe penyet kesukaannya!

Namun Cak No tetap saja melangkah pergi meninggalkan sohib akrabnya itu!


Sumber gambar :
www.hamovhotov.com
iwandahnial.wordpress.com

Celetukangarang
16 komentar:
udienroy mengatakan...
Selasa, 23 Februari, 2010   Reply To This Comment

Hmm ini ceritanya wayoh to? Biasa jaman sekarang untuk kaum menengah banyak yang begitu hehe

Celetukan Segar mengatakan...
Selasa, 23 Februari, 2010   Reply To This Comment

Nggak wayoh, ini lebih ke arah nikah siri!
Mengapa harus sembunyi-sembunyi,kalo memang niatnya baik!

udienroy mengatakan...
Selasa, 23 Februari, 2010   Reply To This Comment

Gak enak sama istri pertama hehe. Yang jelas kawin maning itu terkesan gimana getu :D

Celetukan Segar mengatakan...
Selasa, 23 Februari, 2010   Reply To This Comment

Waduh yang dibahas ini soal nikah sirinya, bukan poligaminya. Poligaminya cuma "tempelan" aja. Jadi bukan penganjuran untuk melakukannya.

Posting ini hanya sekedar celetukan tentang perilaku orang-orang yang lebih cenderung suka nikah siri.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...
Selasa, 23 Februari, 2010   Reply To This Comment

bener celetukan segar deh ....
mantap banget.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...
Selasa, 23 Februari, 2010   Reply To This Comment

mestinya yang kawin sory lebih dipertegas hukumannya.

Oh yah sobat, tolong kalau komentar diblog aku kalau boleh pake URL deh, soalnya kalau pake Id blogger, selalu nyasar dan yang muncul tidak diketahui.

Terima kasih.

dykapede mengatakan...
Selasa, 23 Februari, 2010   Reply To This Comment

ha ha ha...ceritanya bikin enjoy nih kang,"ngakak"

julie mengatakan...
Selasa, 23 Februari, 2010   Reply To This Comment

ooh gitu ya? baru ngerti kalo anak yang tak terlahir dari pernikahan tak tercatat gak bisa bikin ktp

Celetukan Segar mengatakan...
Rabu, 24 Februari, 2010   Reply To This Comment

@Bang Iwan
Esensi daripada penegakan hukum adalah keadilan. Karena hukum tidak boleh menerapkan aturan "tebang pilih".

Oh, ya kalau kesana nanti pakai URL. Thanks atas infonya!

@dykapede
Semoga juga menjadi pelajaran yang berguna.

@julie
Kajol ternyata baru tau ya?

darahbiroe mengatakan...
Rabu, 24 Februari, 2010   Reply To This Comment

wahh cak par gak konsis tuch masak berani nikah siri takut ma denda yang cuman berapa jeti tok

tapi geli iwq gue bacana wakwkka suerrr

berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih :D

funky fun-T mimi allegra mengatakan...
Kamis, 25 Februari, 2010   Reply To This Comment

wah, pembicaraan yang bikin geleng2 kepala yah hehehe...

Celetukan Segar mengatakan...
Kamis, 25 Februari, 2010   Reply To This Comment

@darahbiroe
yah namanya, kadang-kadang muncul nggak konsisnya!

@mimi
manggut-manggut juga boleh!

itempoeti mengatakan...
Kamis, 25 Februari, 2010   Reply To This Comment

nek nikah saru piye?

Celetukan Segar mengatakan...
Kamis, 04 Maret, 2010   Reply To This Comment

Nikah siri = nikah di bawah tangan
Nikah saru = nikah di bawah kolong tempat tidur

sqa indonesia mengatakan...
Sabtu, 06 Maret, 2010   Reply To This Comment

Keren tuh omongannya yang ini "Makanya saya punya inisiatif untuk kawin lagi. Sekalian untuk menolong perawan-perawan yang stock-nya kini sudah overload"

kado untuk cewek mengatakan...
Kamis, 12 Mei, 2011   Reply To This Comment

huhu.. bener juga kaliya????

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58

Poskan Komentar