feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Curilah Hatiku Sebelum Kubuang!

Celetukanopik :

Aku bukanlah pujangga.
Meskipun KAU TAHU itu nama tengahku.
Sehingga terasa wajarlah kalau kutakmampu menulis yang indah-indah, yang puitik lagi romantik.

KAU JUGA TAHU, aku bukanlah lelaki bermental krupuk, yang terkena setitik air saja sudah melempem.
Walaupun jua tak setegar karang-karang amat.

Tentunya KAU TAHU, kusekarang sedang terluka.
Namun yang pasti masih belum tertutup rapat pintu hatiku, masih ada celah yang mampu dilewati.

Agar KAU TAHU pula, tak perlu menunggu malam kelam.
Untuk dapat menelusup masuk ke dalamnya, dan mengambilnya.

Cepatlah lakukan saat ini juga!
Mumpung belum layu dan terbuang esok hari.
Karena kalau tidak, akibatnya KAU PASTI TAHU sendiri.
Kau akan mengutuk dirimu sepanjang hayat.
Dan menangis dalam kepiluan yang panjang

Artikel ini diikutkan dalam berbagi cinta dengan surat cinta yang diadakan oleh idana.blogdetik.com

LIHAT AKSI YANG DILAKUKAN SETELAH BERHASIL MENCURI HATI!
UNTUK MELIHATNYA, KLIK TOMBOL DI BAWAH INI :





Sumber gambar :
sassyqarla.com
mypixelartstudio.blogspot.com
Celetukanyambung...

Bhirawa (Blognya Itu Hasilkan Inspirasi Bagi Warga Blogger)

Celetukanopik :

Menurut www.total.or.id, review adalah kaji ulang. Kaji ulang artinya menimbang-nimbang, menakar-nakar, mengelus dan membelai-belai suatu hal. Hal yang di sini bisa sesuatu yang abstrak maupun nyata.

Tentunya pengkajian ulang ini diadakan sebagai suatu ritual evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan. Sehingga di dapat temuan-temuan yang sebelumnya tak tersadari, yang bisa saja berdampak baik maupun sebaliknya.

Dengan adanya review pastinya juga akan mengubah cara pandang kejumudan sebelumnya. Bahwa apa yang telah direncanakan dan diaplikasikan adalah sudah mencapai taraf kesempurnaan.

Dan hal inilah yang semestinya juga dilakukan para blogger (baca: narablog). Pakdhe Cholik merupakan salah satu yang menerapkannya. Bahwa perlu semacam review dari pihak lain (audit), terhadap kegiatan blogging yang telah dilakukan, sehingga akhirnya banyak masukan, baik yang bernada positif dan negatif yang akan tidak saja membuat diri ter-introspeksi namun juga menggugah untuk berbuat lebih baik.

Demi dan untuk itulah saya (dengan sedikit keberanian dan pengetahuan) mencoba membantu niat baik Sang Pakdhe Cholik dengan mengikuti Jambore on the Blog yang diadakan oleh mbahcholik.info, dan sajiannya seperti ini :

Hasil Review :

A. Tampilan

1. Theme
Theme yang sederhana seperti inilah sangat cocok bagi para blogger yang ingin lebih menekuni blogging, khususnya untuk tutorial (tips/trik) dan pemberitaan.
Karena ada perubahan theme, mau tidak mau review-nya pun berubah, dan inilah revisinya : theme yang pertama lebih cepat daripada yang terakhir ini, meskipun ini juga merupakan koreksi dari perubahan theme kedua dan ketiga yang ternyata lebih lambat untuk loading, apalagi dengan koneksi internet yang lemah, sering memunculkan page error loading. Memang theme terakhir "lebih" berisi dari segi tampilannya.

2. Aksesoris
Aksesoris yang disematkan yang tidak banyak, tentunya merupakan bagian dari kesederhanaan theme ini. Namun adanya pemakaian copyscape, pastinya sedikit akan “melukai” penggiat copas (copy-paste). Lebih baik jika termasuk dalam kelompok “Gerakan Anti Pembajakan”, mencantumkan peringatan seperti ini : semua artikel boleh di copy asal mencantumkan sumber dari penulisannya.

B. Kinerja
1. Kecepatan Akses
Kecepatan akses lumayan cepat, ini tentunya berbanding lurus karena menggunakan theme yang sederhana tadi.

2. Kecepatan/Kemudahan Berkomentar
Karena tidak ada moderasi dan penangkal spam, seperti CAPTCHA, para komentator tentu dimudahkan dalam memberikan komentarnya, selain juga kecepatan tampilan dari komentar tersebut.

3. Kemudahan Mencari Artikel
Sayang untuk komentator atau narablog yang baru berkunjung tentunya akan sedikit mengalami kebingungan saat mencari artikel yang diinginkan.

4. Fasilitas SEO
Tidak begitu diperlukan kalau memang tujuan ngeblog lebih diutamakan bukan untuk ikutan kontes blog atau mencari duit. Kecuali memang ditujukan memberikan semacam pencerahan atau pengetahuan.

C. Isi/Artikel
1. Kuantitas
Karena sebuah blog baru tentunya dapat dimaklumi jumlah artikel masih terbatas.

2. Kualitas
Soal mutu ini, bisa saja terjadi silang pendapat. Namun menurut saya, untuk meraih kualitas yang diinginkan harus sesuai dengan tentang tujuan dan arah melangkah dalam publikasi artikel.
Dan saya kira blog Bhirawa (tanpa bermaksud membuatnya besar kepala atau kecil kepala), layak mendapat nilai 8. Ini dilihat dari sinambungnya tujuan dan arah penulisan. Meskipun ada yang perlu diperbaiki, seperti pengklasifikasian kategori tulisan dan penataan menu yang ada.

Kalau digambarkan secara visual blog Bhirawa itu mirip dengan gambar di atas, sesuai dengan semangat dan semboyannya Prakoso Margo Gandhengan Mbarek Konco.

Akhir kata tentu rasanya tak afdhol tanpa membaca kisah di balik pembuatan review ini. Agar dapat melihat dan membacanya, cukup klik tombol "Lihat" di bawah ini :


Saat malamnya!





Saat paginya!




Saat siangnya!





Saat sorenya!









Saat malamnya lagi!
Saat paginya!

Saat siangnya lagi!





Saat sorenya lagi!




















Dan apabila Anda tertarik mengikutinya dapat berkunjung kesana untuk membaca persyaratan menjadi peserta!

Sumber gambar :
1. google.co.id
2. kaskus.us
3. dan lain-lain
Celetukanyambung...

Hadiah O'Blog Yang Bukan Oblok2

Wah senengnya saya dapet tali asih dari Pakdhe Cholik melalui blognya yang bertitel O'Blog berupa sebuah buku berjudul Ngeblog Cerdas dan Profesional dengan Blogspot-karangan Fary SJ Oroh.

Saya sebenernya nggak nyangka, lha wong cuma ikut-ikutan kok dapat. Apalagi ini pertama kalinya saya ikut seperti yang ginian. Padahal sebenernya sudah aktif di DUMAY (dunia maya), sudah lama (walau terbatas sich sekedar browsing belaka, ngeblognya barusan aja).

Dengan ikut beginian sebenernya juga akan mengungkap siapa sebenernya saya (meski sekedar nama asli dan alamat lengkap) pada yang ngasih hadiah tersebut. Namun, nggak pa2 dech.

Kok nggak pa2? Mungkin ada yang bertanya begitu. Jawabannya adalah tetep nggak pa2 dech. Lha kok tetep nggal pa2 dech. Lantas kalo begitu, mengapa sampai merahasiakan nama aslinya, padahal bukan politisi maupun selebriti? Jawabannya takut dijeprat-jepret sama wartawan (wah belagu banget ya saya).

Ya uwis gitu aja dech postingan kali ini. Kalo dianggap nggak jelas, tolong diperjelas sendiri!

Sumber gambar : travel.kompas.com
Celetukanyambung...

Cara Mudah-dah-dah Pasang Favicon Di Blogspot

Celetukanopik :

Apa itu Favicon? Favicon adalah singkatan dari Favorite Icon, yang munculnya di tab browser atau di sebelah url address.

Tentunya senang dong, punya favicon pribadi. Namun buat para bloggger yang demen pakai layanan blogspot, harus gigit jari karena tidak bisa menampilkannya. Blogspot sepertinya tidak sudi iconnya diduakan!

Meskipun begitu jangan kecewa dulu, karena blogspot menyediakan diri untuk "di-KDRT". Sehingga peristiwa itu dapat terjadi.

Lantas bagaimana caranya, agar tidak terlalu lama menggigit jari? Caranya mudah sekali. Kata orang Madura, njur-manjur cara berikut ini :

  1. Selanjutnya silakan login ke Dasbor Anda di blogspot, buka menu Tata Letak atau Layout, kemudian pilih Edit HTML.
  2. Pada jendela Edit HTML, letakkan kode berikut ini di atas <b:skin><![CDATA[/*. Kodenya adalah: <link href=’http://gambar_Anda.jpg‘ rel=’shortcut icon’/>
  3. Ganti tulisan berwarna biru dengan alamat image yang Anda punya.
Untuk image-nya di dapat dari gambar yang sudah Anda simpan di photobucket, imageshack atau dari yang lain. Ukuran gambar di bawah 300px, yang bagus sekitar 16px. Jenis image-nya bisa png, jpg atau gif.

Sedangkan cara yang lain, cukup masuk ke layanan favicon generator. Dengan meng-upload gambar yang disukai lalu download hasilnya dan ikuti petunjuknya. Untuk mengetahui layanan favicon generator dapat masuk ke sini.

Jika tak mau susah lagi, klik Entri Baru pada tab Posting, lalu klik tambah gambar, ikuti petunjuknya. Dan contoh hasilnya seperti ini :








Salin kode berwarna biru (yang sesudah tulisan src)! Kemudian lihat cara no. 2 di atas!

Kalau tak mau lebih susah lagi masuk ke layanan penyedia icon, seperti : iconarchive. Pilih kategori gambar yang disukai, lalu klik pada bagian ukuran file, lebih baik pilih ukuran 16px16px. Lalu muncul alamatnya dan salinlah. Setelah itu lihat cara no. 2 di atas!
Celetukanyambung...

Pesugihan, Shortcut Untuk Menjadi Kaya

Celetukanopik :

Pesugihan sebagai suatu teknik memperkaya diri menciptakan sebuah keindahan tersendiri yang terbalut dengan gejolak adrenaline finansial.

Dengan modal utama keberanian (sebenarnya spekulatif sich), harta yang melimpah dapat dimiliki. Dari segi “kenekatan” mirip memang dengan korupsi dan judi, cuma tidak memerlukan kekuasaan, taruhan, dan celah hukum untuk melakukannya.

Pada mulanya memang, pesugihan membutuhkan tumbal yang utamanya berupa manusia, namun itu suatu metode kuno, saat zaman posmodernisme seperti ini, hal itu tidaklah diperlukan lagi.

Zaman posmodernisme yang identik dengan sikap manusia yang maunya serba instan (taunya beres aja). Maka cara-cara yang ditempuh para operator lapangan alias sang juru kunci pun berubah.

Meskipun begitu intinya tetap sama, namun bedanya sekarang membutuhkan dua koneksi yang berbeda.

Koneksi tersebut adalah :
A. Koneksi Alam Ghoib
Sebagai cara awal, koneksi ini tetap diperlukan. Tapi mengandung perbedaan dengan yang terdahulu, misalnya :
a. Tidak perlu tumbal manusia.
b. Tidak perlu menyepi di tempat wingit.
c. Tidak perlu beli minyak nyong-nyong, bunga dan kemenyan.
d. Tidak perlu baca amalan tertentu.
e. Tidak perlu kamar khusus.
f. Tidak perlu memelihara makhluk halus.
g. Tidak perlu kirim sesaji.
h. Tidak perlu berubah bentuk atau berperilaku aneh.

B. Koneksi Alam Maya
Koneksi alam maya atau internet ini merupakan cara yang terbaru (untuk contohnya masuk saja ke : tinyurl.com/colakcolek). Dan dengan katanya cukup “duduk” di depan komputer, kita :
a. Tidak perlu menjual ebook.
b. Tidak perlu menjadi member MLM.
c. Tidak perlu punya blog/website.
d. Tidak perlu pasang iklan.
e. Tidak perlu ikut forum-forum keuangan.
f. Tidak perlu buat artikel.

Walaupun kedua koneksi ini berbeda, tapi tetap sama, Anda harus menyerahkan sejumlah uang atau transfer ke bank tertentu.

Jadi ternyata untuk mendapatkan uang yang banyak, harus juga mengeluarkan mengeluarkan uang yang tidak sedikit (wah ini mah sama juga, bo’ong).

Sumber gambar : tidakmenarik.wordpress.com
Celetukanyambung...

Siapakah Makzul Itu?

Celetukanopik :

Setelah tanggal 28 Januari 2010 ini saya sering mendengar kata makzul. Dugaan awal, makzul ini berasal dari Bahasa Malaysia. Mengapa bisa mengatakan hal seperti itu? Sebab setahu saya bahasa tersebut suka memproduksi kosakata semacam itu, misalnya : mesyuarat dan arahan khidmat. Namun setelah lama dipikir, Bahasa Arab lah yang paling mungkin menjadi mukim kata ini.

Dan karena tidak punya kamus bahasa keduanya yang cukup memadai, dugaan itu berhenti begitu saja.

Ataukah makzul wajahnya seperti gambar di samping?

Meskipun tidak tahu kebenarannya, saya tetapkan hati untuk berangkat menuju Markas PMI (Pengertian Mak Indonesia), untuk mengusut keberadaan si mak ini. Di sana saya mencari satu persatu entri yang bermuatan mak, syukur-syukur nanti ketemu dengan si makzul ini. Dan inilah hasilnya :

1. Makalah
Karya tulis ilmiah yang biasanya ditujukan untuk seminar atau di perkuliahan.
Contoh kalimat :
Judul makalahnya sungguh tajam, ”100 Hari Yang Sampah”, begitulah bunyinya.

2. Makam
Kuburan, tempatnya orang mati.
Contoh kalimat :
Untung pembuatan makam pribadi tidak termasuk fasilitas yang diberikan dalam 100 hari.

3. Makan
*Catatan : Sudah jelas daripada artinya.
Contoh kalimat :
Dalam jamuan makan malam itu, tidak ada pembicaraan yang mengarah pada evaluasi 100 hari kerja.

4. Makar
Pemberontakan.
Contoh kalimat :
Ini hanyalah sekadar unjuk rasa mengenai kinerja 100 hari, jadi bukan upaya makar.

5. Makaroni
Salah satu jenis bahan makanan yang dapat digoreng atau untuk sup.
Contoh kalimat :
Kesan yang bisa ditangkap adalah program 100 hari ini seperti makaroni yang kopong bentuknya.

6. Makasih
Ucapan terima kasih dalam bentuk tak resmi.
Contoh kalimat :
Makasih sudah membohongi rakyat selama 100 hari.

7. Makbedunduk
Peristiwa yang mendadak terjadinya.
Contoh kalimat :
100 hari tidak dapat diharapkan untuk membuat bangsa ini makbedunduk terlepas dari belenggu kemiskinan.

8. Mak Comblang
Perantara cinta.
Contoh kalimat :
Bujukan mak comblang itu seperti rencana aksi 100 hari, manis kelihatannya, namun getir faktanya.

9. Makcrot
Cipratan dalam skala besar, kalau skala kecil makcrit namanya.
Contoh kalimat :
..................... (ma’af tidak ditulis, karena ditengarai mengandung unsur pornografi)

10. Makelar
Penyelesai urusan.
Contoh kalimat :
Makelar kasus tidak dapat dibabat habis dalam kurun waktu 100 hari.

11. Mak Erot
Almarhumah yang merupakan salah satu tokoh pengobat alternatif yang mempunyai kepiawaian memperpanjang ”onderdil” laki-laki.
Contoh kalimat :
Mak Erot saja butuh waktu untuk melakukan perpanjangan, apalagi ini berjalan 100 hari.

12. Maklum
Mengerti ; memahami.
Contoh kalimat :
Sekali lagi kita diminta harap maklum terhadap hasil 100 hari ini.

13. Makmur
Sejahtera.
Contoh kalimat :
Khayalan 100 hari memakmurkan negeri ini.

14. Maknyus
Kata ini sinonim dengan maknyos. Ungkapan terhadap kelezatan suatu masakan.
Contoh kalimat :
Umpamanya kerja 100 hari ini bisa se-maknyus makanan ini, tentu rakyat akan sukacita.

15. Maksiat
Perbuatan yang dilarang Agama.
Contoh kalimat :
Sayang maksiat tidak masuk dalam program 100 hari kerja.

16. Maksud Loe
Maksudmu (ketidak tahuan terhadap keinginan dirimu).
Contoh kalimat :
Maksud loe apa, berani-beraninya menjanjikan keberhasilan dalam tempo 100 hari?

17. Mak Tun
Mantan istri pejabat yang korup yang kini jadi TKW alias BMI.
Contoh kalimat :
Nasib Mak Tun lebih beruntung dibandingkan dengan BMI lainnya di Hongkong, baru 100 hari kerja sudah dapat uang banyak dari restoran tempatnya kerja, karena pelanggan sering memberi uang tip dalam jumlah besar.

18. Makzul
*Catatan : belum di dapat kesepakatan tentang pengertiannya.
Contoh kalimat :
..................... (ma’af sekali lagi, berhubung pengertiannya belum ada, maka contoh kalimatnya terpaksa ditiadakan, demi menghormati)

Wah saya jadi kaget, ternyata makzul belum jelas pengertiannya. Karena penasaran, saya cari terus. Dan beginilah temuannya :

Penjelasan tentang Makzul :

”Bang Zul sempat protes, karena nama maknya dibawa-bawa dalam kamus ini. Padahal maknya itu tidak tahu apa-apa. Maksudnya tidak terlibat sedikitpun. Apalagi menerima suap, sesenpun tidak. Temannya Bang Zul menimpali, tak ada ruang dan celah bagi beliau dalam konstitusi. Tindakan itu hanyalah upaya untuk kriminalisasi kebijakan. Padahal kebijakan tak dapat dikriminalisasi. Sedangkan lawannya Bang Zul bilang, Makzul kan ibunya Bang Zul, jadi jelas ada kaitannya. Karena tak mungkin kamus Bang Zul ini tidak diketahui beliau, karena Bang Zul adalah anak satu-satunya. Selain itu selama ini, Bang Zul terkenal sebagai anak mama. Sehingga mengukuhkan peran sentral beliau dalam kamusnya.”

Melihat uraian ini, saya jadi tambah puyeng, karena ternyata arti makzul masih debatable. Tergantung dari pihak mana yang memaknainya.

Celetukanyambung...

Evolusi Celengan

Celetukanopik :

Kebanyakan dari kita menganggap celengan selalu berasal dari gerabah atau keramik. Itu tidaklah tepat karena ternyata pada jaman dulu (bahkan sampai era modern masih ada yang melakukannya), orang-orang, khususnya orang Jawa meletakkan uang di pilar rumahnya yang terbuat dari bambu. Dan disebut celengan bambu. Hal ini bisa jadi merupakan awal daripada perkembangan pemakaian brankas. Bukankah brankas juga identik dengan celengan, bedanya celengan umumnya lebih "mobile"?

Celengan Selalu Up to date
Jika Anda bersedia mengikuti perkembangan celengan, ternyata celengan selalu berevolusi dari masa ke masa. Paling tidak ada tiga periodeisasi wujud celengan :

1. Periode Gerabah/Bambu
Mungkin marak pada era kejayaan kerajaan di Indonesia. Yang menyenangi celengan gerabah (keramik), cenderung berpaham dinamis dan berasal dari golongan kaya, sedangkan yang bambu cenderung berpaham statis dan berasal dari kalangan miskin.

Gambar di samping adalah contoh celengan pada abad 14-15 Masehi dari Kerajaan Majapahit.

2. Periode Plastik
Sebenarnya pada periode ini, bahan utama celengan berasal dari berbagai jenis. Namun yang sering dipakai adalah plastik. Pada periode inilah, celengan hampir mirip dengan brankas, cuma perbedaannya, hanyalah memakai gembok biasa, tanpa ada kode nomor segala. Periode ini berjalan sekitar Orde Baru.

3. Periode Canggih
Waktu ini adalah celengan dengan sebuah sistem canggih. Tidak saja memakai sistem pengaman berupa gembok, namun sudah ada yang memakai alat penghitung. Bahkan tak cukup sampai di situ, celengan canggih ini juga ada yang bisa bicara untuk memotivasi pemiliknya agar makin disiplin menabung sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai.

Terdapat pula fitur di mana celengan ini mungkin menghalang-halangi pengguna yang coba mengeluarkan uang dari 'tubuhnya'. Ya celengan tersebut sebenarnya menggunakan sistem robotika dan contohnya adalah Robot Money Box (lihat gambar no. 1). Celengan "Robot Money Box" ini harganya lebih daripada celengan konvensional, harganya sekitar 24 poundsterling.

Bagaimana dengan Anda, masih menyukai celengan tradisional dari gerabah ataukah dari plastik, atau sudah memakai yang elektrik?

Sumber :
detikinet.com
id.wikipedia.org
Celetukanyambung...

Celetukanampang