feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Celetukangobrol

Powered by ShoutJax

Hati-Hati Minum Jamu Nanti Bisa Keracunan

Celetukanopik :

Ini bukan karena Si Mbak yang jualan jamu (lihat gambar), yang bisa bikin Perang Brantayudha ini. Namun lebih karena pandangan ilmiah saja.

Pendapat Umum
Orang-orang suka berpendapat bahwa pengobatan dengan jamu atau disebut herbal itu lebih aman dan jauh dari efek samping. Pendapat ini sebenarnya sah-sah saja. Tapi jika konsumsi herbal tersebut dicampur dengan bahan kimia, bisa berakibat berbahaya.

Apalagi pihak BPOM, sering merazia jamu yang ternyata di dalamnya telah dicampur dengan obat kimia.

Penelitian
Karena menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam the Journal of American College of Cardiology menyarankan kita untuk lebih berhati-hati jika mengonsumsi obat kimia dan herbal secara bersamaan. Terutama, ginkgo biloba yang populer sebagai bahan pemacu konsentrasi.

Konsumsi ginkgo biloba dan obat dari dokter secara bersama-sama mengakibatkan gangguan detak jantung. Apalagi, lansia umumnya menderita lebih dari satu penyakit jantung-pembuluh darah. Mereka mengonsumsi lebih banyak varian obat dan tubuhnya lebih rentan terhadap penyakit. "Kadang, mereka tidak tahu bahwa ramuan herbal berefek negatif. Mereka hanya tahu bahwa yang alami itu lebih aman," kata Dr Arshad Jahangir dari Mayo Clinic, Arizona.

Sanggahan dan Saran
Kendati demikian, hasil penelitian itu disanggah oleh The Council for Responsible Nutrition, sebuah lembaga yang mewadahi industri pengobatan. "Membeli bahan herbal dari perusahaan dengan reputasi bagus lebih baik dan lebih aman," tutur Douglas MacKay, wakil ketua The Council for Responsible Nutrition.

Untuk itulah jika Anda ingin membeli jamu, lebih baik Anda sudah mengenal ataupun mempunyai referensi, baik tentang jamu maupun pabrik penghasilnya. Kalaupun membuat sendiri, perhatikan cara perolehan dan pengolahannya. Jangan sampai Anda malah terkena keracunan bukannya kesembuhan.

Sumber :
muharomtatok.files.wordpress.com
jawapos.co.id

Celetukangarang
9 komentar:
ususpanjang mengatakan...
Kamis, 11 Maret, 2010   Reply To This Comment

biar gak berbahaya, mungkin minumnya jangan over dosis, dan yagn penting jangan lupa baca basmallah. hehehe :D
salam knal mas

soewoeng mengatakan...
Kamis, 11 Maret, 2010   Reply To This Comment

kirain jamu giodok bos
kalo jamu godok sendiri gimana bos?

dedekusn mengatakan...
Kamis, 11 Maret, 2010   Reply To This Comment

Duu sy sering minum jamu, sekarang, sejak banyak berita jamu banyak dicampur dgn bahan kimia bermahaya hampir ga pernah minum jamu,

fadhilatul muharram mengatakan...
Jumat, 12 Maret, 2010   Reply To This Comment

hmm.... gitu ya CS...

Celetukan Segar mengatakan...
Jumat, 12 Maret, 2010   Reply To This Comment

@ususpanjang
betul harus tepat dosis dan jangan lupa berdo'a

@soewoeng
tetap juga hati-hati walaupun efek buruknya yang umum adalah pusing dan mencret

@dedekusn
minum jamu dari perusahan yang sudah ternama saja atau sudah langganan gitu, biar aman

@dhila
betul Mbak Dhila!

julie mengatakan...
Sabtu, 13 Maret, 2010   Reply To This Comment

belakangan memang ada beberapa obat yang menyaru jadi jamu misalnya obat obat anti inflammasi sering dibuat jamu rematik dll cuma harus waspada pada ingredientnya hehehe

sauskecap mengatakan...
Sabtu, 13 Maret, 2010   Reply To This Comment

wah itu ulah orang yang ga bertanggung jawab... mungkin kejar harga murah trus dicampur dengan zat2 kimia... wah kalau yang dagang mbaknya kaya di gambar pasti laris manis tuh

Celetukan Segar mengatakan...
Sabtu, 13 Maret, 2010   Reply To This Comment

@julie
Ya kita memang harus hati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi jamu!

@sauskecap
Uang bisa bikin orang gelap mata.

Kalo yang jualan seperti Mbak di gambar, bisa-bisa rumah tangga dan rumah tetangga bisa gegeran :)

bundadontworry mengatakan...
Senin, 15 Maret, 2010   Reply To This Comment

dari dulu saya gak suka jamu, gak suka pahitnya.
salam

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58

Poskan Komentar