feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Celetukangobrol

Powered by ShoutJax

Kata Itu Begitu Menyalak Liar Membisingkan

Celetukanopik :

Kata Itu
begitu
menyalak liar
membisingkan
ruang-ruang
dalam kantornya.

Kata Itu
tanpa dinyana
menggigit
setiap
meja, kursi,
kertas, dan pena.

Dengan
tak peduli
nanar mata,
kepalan tangan,
dan gelengan
di sekeliling.

Kata Itu
menyeret-nyeret
meja, kursi,
kertas, dan pena
keluar
dari kantornya.

Kata Itu
pun lalu
melenyap
dalam terik
siang
yang terpanggang

Hanya
kepalsuan geram
yang menghujat
ketika
Kata Itu
pergi.

Meski
pelan
cuma dia
yang berani
bilang :
Kata Itu, telah melakukan tugas dengan baik”.

Ya
memang dia
yang nampak
putih
dalam kumpulan hitam
yang pekat.

Kepekatan
yang telah
mencincang
kemurnian
nurani dan
akal.

Kepekatan itu
juga punya
seribu wajah
durjana
yang sering
beralih rupa.

Dan
wajah yang
sering terlihat
adalah
kepura-
puraan.

Kepura-puraan itu
walau
berharga
mahal
tak berdaya
menghadapinya.

Pernah
suatu kali
kepura-puran itu
coba dekati
dengan
senyum kelicikan.

Namun dia
tak bergeming
bahkan
malah
meradang
hebat.

Kepura-puraan itu pun
ditendang keras sekali
hingga terpelanting
dan jatuh
dalam kememaran
tak terperi.

Udara
yang tahu
akan hal itu
tentu saja
mewartakan
keberaniannya.

Dukungan pun
mengalir
dan mengangkatnya
menjadi
seorang pemberangus
Kata Itu.

Pada mulanya
tampik
dan tolak
meluncur
dari
dirinya.

Kata itu
adalah bagian
dari bangsa ini,
budaya kita,
mengapa harus memberangus
Kata itu kilahnya?

Tapi setelah tahu
bahwa Kata Itu
tidak saja
suka menyeret-nyeret
meja, kursi,
kertas, dan pena.

Juga hutan
yang ada
pohon,
hewan,
dan
mata air.

Kemarahannya
pun mengubun
seakan
mampu
membakar
langit biru.

Menghilangkan
sinisme
yang telah lama
mengeram
dalam
dadanya.

Dengan
berbekal
batu dan
telor busuk,
dia mencari
Kata Itu.

Di suatu
tempat
saat
di pinggir senja
dia bertemu
Kata Itu.

Kata Itu
berdiri
dengan pongah
dengan garang
menantangnya
melawannya.

Namun
hanya
sekedip
Kata Itu
terkulai kalah
sekarat.

Memang
batu dan
telor busuk,
yang dia bawa
ternyata lebih perkasa
daripada Kata Itu.

Di ujung kematian
Kata Itu berpesan :
”Tolong carikan aku nisan bertulis KORUPSI dengan huruf kapital yang indah, kalau tidak, aku akan menjadi hantu bagi kaummu”
setelah itu
Kata Itu pun
menghembuskan nafas terakhir.

Meski
dia telah melelah
menyusuri
tiap sudut negerinya
nisan itu
tak didapatnya.

Pada suatu malam
di tengah
kerentaannya
dia melihat
bayangan hitam
berkelebat.

Dia menggigil
ketakutan
dan dia bertanya
dalam hati :
”Apakah Kata Itu telah menjadi hantu?”
"Jika ya, maka aku tak sanggup lagi untuk menghadapinya!”

Celetukangarang
3 komentar:
Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...
Senin, 15 Februari, 2010   Reply To This Comment

Izin mengamankan yang pertama

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...
Senin, 15 Februari, 2010   Reply To This Comment

Sebuah personifikasi tentang kata yang mantap sobat.

Celetukan Segar mengatakan...
Senin, 15 Februari, 2010   Reply To This Comment

Ini hanya mencoba mengkisahkan KORUPSI dengan gaya lain!

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58

Poskan Komentar