feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Celetukangobrol

Powered by ShoutJax

Selamat Tahun Lama

Celetukanopik :

Rasanya tak adil jika kita hanya mengucapkan "Selamat Tahun Baru", tanpa mengucapkan "Selamat Tahun Lama". Karena kita tak dapat berada di Tahun Baru sekarang ini, tanpa ada Tahun Lama.

Tentu sudah banyak hal yang telah kerjakan di tahun yang lama. Dan banyak pula target yang telah dicanangkan di tahun tersebut, namun tidak semuanya terlaksana. Untuk itulah kita perlu melakukan perenungan diri.

Muhasabah
Dalam istilah Agama Islam hal ini disebut Muhasabah. Arti muhasabah ialah introspeksi atau mawas atau meneliti diri. Yakni menghitung-hitung perbuatan yang telah kita kerjakan. Pada pergantian tahun (evaluasi tahunan) ini, ada baiknya kita mengevaluasi diri kita masing-masing, sejauh mana telah melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Sekiranya sudah melaksanakan, maka hendaknya ditingkatkan. Tetapi seandainya belum melaksanakan perintah serta meninggalkan larangan-Nya dan Rasul-Nya, maka harus kembali sadar (yaqdhah) kemudian bertaubat kepada Allah.

Tindakan muhasabah ini memang diperintah Allah dengan firman-Nya yang artinya: ''Hai orang-orang yang beriman takwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan''. (QS. al-Hasyr/59:18).

Dalam ayat tersebut, kata takwa disebut dua kali, yang pertama sesudah kalimat panggilan kepada orang yang beriman, alladzina amanu, dan yang kedua setelah kata maqaddamat lighad. Maksudnya ialah iman saja yang terletak dalam hati belum cukup, ia harus diaktualkan dalam bentuk amal shalih atau akhlak al-karimah. Artinya pengakuan dalam hati itu harus dibuktikan dengan aksi, tanpa aksi iman akan kurang bermakna.

Muhasabah hendaknya dilakukan secara umum maupun khusus. Yang umum tentang umur, harta, kesempatan dan waktu, apakah tiga hal itu secara maksimal sudah dipergunakan untuk beribadah kepada Allah dan pengabdian kepada orang lain serta masyarakat. Kita harus ingat akan sebuah hadits Nabi saw.: ''Raihlah lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk, sehat sebelum sakit, dan hidup sebelum mati''.

Umur bertambah panjang berarti lebih dekat dengan mati, menemui Allah SWT, tentu harus disertai bekal yang cukup memadai dan seterusnya. Untuk memantapkan muhasabah itu, perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Muraqabah (pengawasan). Pengawasan dilakukan terhadap lahiriah dan batiniah semua perbuatan kita, seperti keikhlasan dan kesempurnaan amal kita.

2. Mu'aqabah (sanksi), yakni memberi sanksi kepada diri sendiri, tentu atas dasar manfaat, seperti meninggalkan amal kebaikan diberi sanksi melaksanakan ibadah yang lebih baik, sesuai dengan hadits nabi saw.: ''ikutilah kejelekan atau kejahatan dengan kebaikan, karena amal kebaikan itu bisa melebur dosa, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang bagus''. (HR. Tirmidzi).

3. Mu'atabah ala al-nafs (mengkritik pada diri sendiri), suatu kritikan yang sesuai dengan standard Alquran dan al-Hadits, seperti mempertanyakan mengapa kamu berbuat kemaksiatan begini dan begitu, mengapa kamu malas, mengapa kamu tidak jujur dan sebagainya.

Resolusi
Muhasabah takkan ada artinya tanpa kita tindak lanjuti dengan resolusi. Resolusi ini adalah putusan atau kebulatan tekad untuk melakukan suatu hal.

Inilah 10 tips sukses yang bisa dilakukan jika kita ingin membuat resolusi Tahun Baru:
1) Buatlah hanya satu resolusi; peluang sukses kita lebih besar ketika kita menyalurkan energi untuk mengubah hanya salah satu aspek dari perilaku kita.

2) Jangan menunggu hingga malam Tahun Baru untuk memikirkan resolusi kita. Luangkan waktu beberapa hari sebelumnya untuk merefleksikan apa yang sesungguhnya ingin kita raih.

3) Singkirkan resolusi sebelumnya; memutuskan untuk menengok ke belakang dan melihat resolusi terdahulu hanya akan membuat kita frustrasi dan kecewa.

4) Jangan ikut arus dan membuat resolusi yang biasa-biasa saja. Pikirkan tentang apa yang sesungguhnya kita inginkan dalam hidup.

5) Pecahkan tujuan utama kita dalam serangkaian langkah pencapaian, fokus pada penciptaan langkah-langkah tujuan yang konkret, terukur, dan terjadwal.

6) Sampaikan ke teman-teman dan keluarga tentang tujuan kita, itu akan meningkatkan rasa takut akan gagal dan menarik dukungan.

7) Secara reguler ingatkan diri akan keuntungan yang dapat diraih dari pencapaian tujuan-tujuan kita dengan membuat daftar tentang bagaimana kehidupan akan lebih baik begitu tujuan besar kita tercapai.

8) Berikan diri kita hadiah kecil kapan pun kita meraih tujuan-tujuan turunan kita. Itu akan motivasi dan membuat kita terus berupaya untuk maju.

9) Buatlah rencana dan kemajuan kita menjadi konkret dengan menyimpan jurnal yang ditulis tangan, dan melengkapi kertas kerja di komputer, atau menutup papan pengingat dengan grafik maupun gambar.

10) Terimalah bahwa sewaktu-waktu kebiasaan lama akan muncul. Sikapi setiap kegagalan sebagai kemunduran sementara ketimbang menjadi alasan untuk menyerah dan pasrah.

Insya Allah jika kita bisa melakukan muhasabah, kemudian mengikutinya dengan resolusi tersebut, maka kita akan bisa meningkatkan amal kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan sedikit demi sedikit. Wallahu a'lam bish shawab.

Sumber : Harian Suara Merdeka dan Kompas

Celetukangarang
0 komentar:
:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58

Poskan Komentar