feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Celetukangobrol

Powered by ShoutJax

Capres Nomor Cantik

Celetukanopik :

Ini sebenarnya adalah pernyataan-pernyataan asli (yang miring, pernyataan rekayasa), yang dikemas dalam bentuk dialog imajiner.

Celetukan Segar : Ki, bagaimana ulasannya tentang pilpres kali ini?
Ki Joko Bodo : Untuk tahun pilpres, nomor genap merupakan angka sial. Sedangkan ganjil nomor keberuntungan. Jadi nomor urut yang hoki adalah nomor 1 dan 3. Jika benar-benar SBY-Boediono dapat nomor urut 2, maka ia akan ketiban sial.
Celetukan Segar : Bagaimana pendapat Bapak tentang prediksi tadi?
SBY : Semua nomor urut barokah. Karena itu saya bersyukur. Politik kan harus rasional, sambil memohon ridho Allah. Bukan Ridho Rhoma, lho. Nanti nggak jadi presiden dong!
Celetukan Segar : Kenapa Pak? Dia akan juga putranya Rhoma Irama, yang juga pentolan di PPP, partai pendukung Bapak.
SBY : Dengarkan lagunya, kan disuruh menunggu. Itu yang saya nggak mau.
Celetukan Segar : Ooo, begono! Lantas bagaimana nih dengan Bang Poltak?
Ruhut Sitompul : Masih aja inget peran saya sebagai juragan minyak. Semua nomor urut kita bersyukur. Biarkan mengalir saja, karena semuanya ada filosofinya. Nomor 2, Insya'allah, SBY dua kali jadi presiden.
Amien Rais : Betul. Nomor berapapun, asal ada konvensi, nggak masalah.
Celetukan Segar : Termasuk jumlah kursi PAN di kabinet?
Amien Rais : Itu soal lain. Anda kan sudah tahu jawabnya?
Celetukan Segar : Ya sudah kalau Pak Amien tak mau jawab. Sekarang saya pindah ke Bu Mega. Bagaimana pendapat Bu Mega tentang ramalan Ki Joko Bodo?
Megawati : Tidak ada yang spesial. Bagi saya nomor berapa pun tidak masalah. Yang penting kerjanya. Biasa-biasa saja.
Celetukan Segar : Yang spesial pastinya kan Pak Prabowo?
Megawati : Idiih, emangnya gue cewek apaan.
Sabam Sirait : Saya ikutan nyambung, ya? Soal spesial itu bukan masalah urgen untuk dibahas. Lanjut saja ke masalah nomor urut. Kita dapat nomor berapa saja terima. Itu kan nomor dari Tuhan.
Celetukan Segar : Kalo Pak SBY, tidak jadi Presiden Indonesia. Kan masih bisa jadi Presiden Indomie. Bagaimana dengan Ibu?
Megawati : Setiap perjuangan pasti ada menang-kalah. Itu hal yang lumrah. Namun saya tidak mematok harus kalah.
Celetukan Segar : Optimis nih Bu?
Megawati : Ya iyalah, masak iya dong.
Celetukan Segar : Sekarang giliran yang ketiga, Pak JK?
JK : Apa? Sama dong sama saya. Saya juga nomor 3.
Celetukan Segar : Bagaimana dengan pendapat Mbah Yai?
KH Mas Subadar : Pilihlah calon presiden dan wakil presiden JK Win nomor urut 3 pada pilpres. Insya Allah mereka akan terpilih dan menang memimpin bangsa ini.
Celetukan Segar : Kalo kalah gimana?
JK : Nggak masalah. Malah saya bisa jualan banyak hal dengan merek saya.
Celetukan Segar : Contohnya, Pak?
JK : Seperti produk krupuk, saya kasih labelnya JK (Jualan Krupuk).

Saya tutup saja dialognya sampai di sini! Karena ternyata semua calon pada segar-segar. Cuma rakyat harus bisa memilih, mana yang punya kesegaran lebih lama atau hanya kamuflase, thok!

Celetukangarang
6 komentar:
kangBoed mengatakan...
Rabu, 03 Juni, 2009   Reply To This Comment

Hidup Majapahit.. :mrgreen:

Salam Sayang
Salam Rindu untukmu :lol:

Celetukan Segar mengatakan...
Rabu, 03 Juni, 2009   Reply To This Comment

Lho-lho, kok ada Majapahit segala?

KangBoed mengatakan...
Rabu, 03 Juni, 2009   Reply To This Comment

ooo.. maaf OOT.. salah satunya dari entu ada turunan majapahit.. *nyang mana ya*.. dasar gak nyambung sok teu..
Salam Sayang

Celetukan Segar mengatakan...
Rabu, 03 Juni, 2009   Reply To This Comment

Ada nggak yang dari Majalengka?

m4stono mengatakan...
Sabtu, 06 Juni, 2009   Reply To This Comment

@kangboed
ada tuh dua malah....SBY konon dr majapahit...megawati juga...konon gosip kabarnya pak karno kan anaknya PB X, dr selir asal bali...wkwkwkwk
gw ga ikutan aaah....ntar salah2 diculik lagi..... atuuuut

Celetukan Segar mengatakan...
Jumat, 03 Juli, 2009   Reply To This Comment

@m4stono
:@

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58

Poskan Komentar