feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Celetukangobrol

Powered by ShoutJax

20 Kategori Maling Dalam Budaya Jawa

Celetukanopik :

Oleh :Jakob Sumardjo

DALAM bahasa Indonesia, maling berarti 'orang yang mengambil milik orang lain'. Ia juga disebut pencuri. Kata maling berasal dari bahasa Jawa. Dalam budaya bahasa suku ini, kata maling memiliki lebih dari 20 arti.

Namun, substansinya tetap, yakni "mengambil yang bukan miliknya". Perbedaannya terletak dalam proses perbuatan maling itu sendiri; sebenarnya ia maling, tetapi tidak tampak sebagai pencuri. Proses itu dimulai sejak sebelum maling, peristiwa maling itu
sendiri, dan sesudah maling. Atau tergantung dari obyek yang dimaling.

Marilah kita simak kekayaan arti "maling" itu dalam budaya Jawa.

Apabila Anda meminjam barang kepada orang lain, dan Anda "lupa" mengembalikannya, maka Anda telah masuk kategori maling. Atau meminjam barang, dan mengembalikan barang itu dalam keadaan rusak, maka itu disebut maling juga. Istilahnya maling arep. Jadi,
kalau Anda gemar mengoleksi barang-barang pinjaman, entah milik perorangan ataupun milik lembaga, maka jangan kaget kalau Anda disebut maling besar. Kalau koleksi barang-barang negara di rumah Anda sedikit saja, bolehlah disebut maling kecil.

Orang yang mau menyimpan barang malingan atau menjualkan barang hasil maling, maka disebut maling caluwed. Dalam bahasa hukum kita disebut sebagai penadah. Termasuk dalam kategori ini adalah orang yang menggelapkan jatah milik pembesar, jatah milik kantor
atau lembaga. Ini maling raja peni. Mestinya hasil pajak yang Anda kumpulkan ada satu triliun, namun Anda hanya menyerahkan setengah triliun. Dalam hal ini Anda mendapat kehormatan sebagai maling raja peni, atau maling barang indah milik raja.

Maling kebunan atau maling kena embun. Kalau seseorang berniat maling, tetapi belum terlaksana telah ketahuan, maka ia masuk kategori maling kebunan ini. Misalnya, Anda akan mencuri perhiasanemas di toko emas, keburu ketahuan, dan Anda pura-pura menawar harga emas itu. Kategori ini juga termasuk dukun palsu, yang pura-pura dapat menyembuhkan, tetapi pada dasarnya hanya mengompas pasien-pasiennya. Atau menjual barang-barang berkualitas rendah yang ditawarkan sebagai berkualitas tinggi dengan harga tinggi pula. Disitu Anda telah berstatus maling.

Ini untuk mereka yang pekerja bangunan. Apabila Anda bekerja mendirikan bangunan, dan tiap kesempatan rajin membawa pulang materi bangunan atau menjual materi bangunan itu, maka Anda disebut maling timpuh. Mungkin itu hanya maling kecil. Tetapi, kalau Anda dapat mendirikan rumah gedung besar dari hasil nyomot sana nyomot sini, pantaslah disebut maling timpuh besar.

Orang yang menempati rumah yang pemiliknya telah terkenal sebagai maling, orang itu akan kena getahnya disebut sebagai maling juga. Inilah maling tunggal labet. Substansinya saat ini, kalau Anda diterima sebagai pegawai di sebuah institusi yang terkenal korupnya, siap-siaplah Anda disebut maling tunggal labet meskipun Anda satu
sen pun tidak pernah korup di kantor.

Maling sakutu atau sekutu maling. Memang Anda tidak melakukan aksi maling itu sendiri, namun Anda memberikan "teknik maling" yang "aman" atau memberi tahu bagaimana sebaik-baiknya maling tersebut agar tidak dapat dilacak yang berwenang. Konsultan maling
pajak atau korupsi semacam ini tetap masuk kategori maling.

Yang paling banyak kita baca dalam surat kabar adalah maling sadu, yakni maling yang menyamar sebagai orang saleh atau orang suci, yakni orang sosiawan ingin menolong lain mengentaskan kemiskinan. Mereka ini berpura-pura jatuh kasihan kepada mereka yang
sedang sengsara hidupnya, baik karena kemiskinannya maupun dalam kena perkara, atau sedang tertindas. Maka, datanglah orang-orang saleh maling sadu ini. Mereka menawarkan jasanya untuk melepaskan yang sedang dalam penderitaan. Namun, alih-alih menolong, pada
buntutnya hanya memeras yang ditolongnya. Saya tak mau menyebutkan contohnya, tetapi maling sadu ini memang berke- liaran tiap hari di sekitar kita.

Hati-hati kalau di jalan atau di mana pun Anda menemukan dompet atau barang yang tercecer. Kalau Anda tidak melaporkan temuan Anda itu kepada yang berwenang, jangan- jangan Anda disebut sebagai maling samun. Pokoknya kalau Anda lalai melaporkan adanya barang milik orang lain, yang tanpa disadari barang itu tidak terbawa pemiliknya, Anda akan jadi maling samun. Repot juga jadi orang Jawa.

Dulu, ketika belum ada penerangan listrik di desa-desa Jawa, kalau orang melakukan perjalanan di malam hari selalu membawa obor. Nah, kalau ada orang yang sengaja berjalan di malam hari tanpa membawa obor, dapat dikenai sanksi sebagai maling lamat. Patut dicurigai bahwa orang tanpa obor itu sebagai maling. Tentu saja maling lamat zaman sekarang tidak usah membawa obor. Hati-hati, mereka yang suka bergelap ria bisa dituduh sebagai maling lamat. Hati-hati.

Kategori maling yang agak ganjil dalam bahasa Jawa adalah maling ngumpet wedi silit. Maling semacam ini adalah orang yang menuduh orang lain sebagai maling. Namun, ketika diminta menjadi saksi bahwa orang itu benar-benar maling, ia menghindar. Maling
ngumpet semacam ini giat menyiarkan kemalingan seseorang, namun cuma mulut doang, ia tidak berani berdiri sebagai saksi hidup di pengadilan.

Masih ada beberapa kategori maling yang sulit dibuktikan sebagai maling. Mereka ini termasuk pakarnya maling, atau mahaguru maling, atau maling profesional tulen. Orang tahu bahwa dia itu maling kelas kakap, namun amat sulit bin sukar dibuktikan bahwa dia itu maling. Orang Jawa menamakannya sebagai maling sandi, maling totos, atau maling guna.

Maling yang memasuki rumah dan kemudian memerkosa perempuan pemilik rumah yang sedang tidur disebut maling raras. Dan, mereka yang suka selingkuh dinamai maling dendeng, dalam arti maling perempuan milik orang lain (suami). Kategori ini jelas hanya milik para maling lelaki. Tidak ada sebutan untuk maling suami orang lain. Mungkin, pada umumnya maling itu memang lelaki. Sungguh berat beban lelaki dalam budaya Jawa.

Secara universal, pencurian memang bernilai negatif, tidak disukai manusia. Jangan memiliki barang yang bukan milikmu.

Pertanyaan lebih jauh adalah apakah kantor ini milik Anda hanya karena Anda diangkat menjadi kepala kantor? Apakah daerah ini milik Anda? Apakah negara ini milik Anda juga?

Tidak sedikit pejabat atau penguasa yang merasa negara ini sekarang menjadi milikku, provinsi ini milikku, kabupaten ini milikku, desa ini milikku, jadi saya dapat memperlakukan semauku. Tuduhan maling sama sekali tidak sopan terhadap diriku.

Ada pula yang punya "hati nurani": barang ini, harta ini, uang ini milik negara, departemen, lembaga. Dari pada disikat orang lain, lebih baik saya sikat lebih dahulu.

Kalau memang demikian konsep hak milik Anda, apa pun yang Anda lakukan tidak mungkin akan masuk dalam kategori "maling".

Sumber gambar : oringrise.wordpress.com

Celetukanyambung...

Reaksi (Respon) Dari Aksi Satgas Pemberantasan Mafia Hukum

Celetukanopik :

Ini adalah kemungkinan reaksi (respon) dari aksi Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, mulai Presiden, Komandan Satpol, Mira Lesmana, Iwan Fals, Jaksa Agung, Kapolri, Ketua Satgas, dan tentu saja kemungkinan tanggapan dari salah seorang Anggotanya!
















Foto dari berbagai sumber, dengan penambahan kata-kata di atasnya.
Celetukanyambung...

Ngyekteni Bedane Lair Lan Batin

Celetukanopik :

Angudi undhaking kaweningan batin iku sawijinng patrap kang ora gampang katindakake. Apa maneh tumrap wong kang sayekti durung amengku kawruh agunging kasabaran sarta ketlatenan ing pamarsudi. Kawruh-kawruh babagan kebatinan iku kelairan sarana angudi cukup mawa garan panyrempenge pasinaon sarta kencenging tekad. Ananging angudi babagan kawruh kebatinan beda banget, jalaran senadyan ta kita tansah mempeng angudi kanthi lelemekan adrenging ati, yen nugraha durung wayahe tumiba ing badan kita, iya tangeh yen bisa tumekan ing enggon.

Bab-bab kaya kang kasebut ngarep iku, kang akeh-akeh banjur njalari kendhoning pangudi marang kawruh kebatinan. Pangudarasane: “Wis dak peng-peng kaya ngene, kok jebul meksa ora ana asile!” Kamangka keh-kehane wong-wong padha kelalen yen pangudarasa utawa panggresah mau uwis rumasuk ing cipta rasane kang bisa nukulake gegambaran maneka warna kang tundhone mung bakal gawe petenging engeten kita wae.

Ing ngarep katerangake, lamun agunging kasabaran sarta ketlatenan iku salah sijining bab kang wigati banget mungguhing angudi kebatinan. Mula ora perlu semang-semang maneh yen kita durung bisa anggayuh dununging kanugrahan utawa ngrasakake asile, jer ing mburi yen dhiri kita pancen kita wis kuwat kanggonan kanungrahan, bakal jleg teka dhewe tanpa sangkan-paran. Banjur saiki apa ta kang angrendheti laku ing pangudi kaundhakan mau????

Dianggit : Mas Wongsodinon
Ing Majalah JAYABAYA No. 18, Minggu I Januari 2010



Celetukanyambung...

KPK Butuh Makanan Yahud (baca: Yahut)

Celetukanopik :

Tentu kita tak ingin kinerja KPK nampak loyo (hampir semaput)
Untuk itulah KPK harus difasilitasi dengan seabreg perangkat, yang tidak bikin kerja jadi semrawut.
Sehingga kerjaan mereka dapat gegas dan kalau perlu, ngebut.

Selain itu dibutuhkan makanan yang very good (baca: peri gut).
Meskipun begitu tidak perlu mahal, yang penting bisa mengganjal perut.
Dan tidak bau saat nguap maupun ketika kentut.

Fasilitas dan makanan itu buat mereka, seperti mur dan baut.
Saling melengkapi dan bertaut.
Tanpa makanan, kondisi prima sekalipun dapat bertekuk-lutut.

Lantas makanan apa yang layak untuk disebut?
Nasi kucinglah yang perlu diturut.

Mengapa bukan makanan lain yang harus disuapkan ke mulut?
Karena secara filsafati sesuai nama dan wujud (baca: wujut)

Sehingga setelah makan, mereka dapat bekerja dengan giat untuk menggilas aparat yang pengecut.
Yang ending-nya membuat para koruptor jadi keder dan takut.

Untuk lebih menjiwai nasionalisme, makannya sambil denger lagu dangdut.
Sebab dapat membuat pikiran optimis jadi suka menggelayut!

Foto oleh : sinclairzzz
Celetukanyambung...

Celetukan Segar's Search Engine

Celetukanopik :

Ternyata keinginan saya untuk nampang di Google, ternyata direspon positif. Tidak percaya lihat gambar di samping kiri! Ini bukan rekayasa lho, coba untuk lebih memantapkan keyakinan saudara,
coba klik link ini : Celetukan Segar Search's Engine

Bagaimana? Tertarik ingin seperti saya?

Ternyata banyak yang tertarik, ya?
Karena itu postingan ini saya revisi dengan tutorial mendapatkan search engine pribadi ini. Search engine tidak berbayar alias gratis. Penyedia layanannya adalah funnylogo.info. Tanpa berpanjang kata ikuti paparan berikut ini :

1. Klik link saya di atas tadi.
2. Lalu klik tulisan Create a new search engine now. Lalu muncullah gambar seperti ini!
















3. Pada Step 1 : Enter Your Name (ketiklah namamu)










4. Pada Step 2 : Choose a Style (pilihlah bentuk yang disukai)









5. Lalu klik tombol Create My Search Engine dan tampillah search engine seperti yang kita inginkan. Apabila ingin tampil di Mozilla Firefox, cukup copy url addressnya melalui Tools - Options seperti gambar di bawah ini. Ganti url pada homepage dengan url tadi. Terus OK!



Celetukanyambung...

Gus Dur, Punya Kita Bersama

Celetukanopik :

Malam ini, Selasa 5 Januari 2010, akan diselenggarakan selamatan tujuh hari wafatnya Gus Dur di tempatnya dimakamkan, di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Diperkirakan, 10 ribu orang akan menghadiri acara ini.

Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, Lukman Hakim mengatakan, jumlah peserta sengaja tidak dibatasi. Selamatan 7 hari Gus Dur terbuka untuk umum.

“Seluruh lapisan masyarakat bisa menghadiri tahlil,” kata Lukman Hakim usai rapat panitia persiapan selamatan 7 hari Gus Dur wafat, Senin 4 Januari 2010.

Agar selamatan lancar, panitia berkoordinasi dengan Polres Jombang terkait pengamanan. Panitia juga menerjunkan Banser serta santri Tebuireng.

Dalam acara tersebut sejumlah tokoh akan hadir di antaranya Emha Ainun Najib, KH Mustofa Bisri, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, dan Muspida Jombang.

Meski telah tiada, Gus Dur tetap dipuja masyarakat. Hingga hari ini peziarah terus mengalir, memanjatkan doa bagi Sang Bapak Bangsa.

Sebagian masyarakat bahkan percaya, tanah dan bunga di pusara Gus Dur berkhasiat. Mereka mengambili tanah dan bunga hingga menipis.

Petugas pemakaman berusaha melarang masyarakat. Caranya, memasang tulisan larangan mengambil tanah dan bunga, memasang tali melingkar di pusara Gus Dur dengan jarak 3 meter.

Peziarah tidak boleh memasuki pagar pembatas. Selain itu, makam juga dijaga anggota Banser dan santri.

“Peziarah sekarang hanya bisa berdoa 3 meter dari pusara Gus Dur. Yang mengambil dan ketahuan ditangkap dan diminta mengembalikan lagi benda yang diambil dari pusara. Alhamdulillah dengan cara itu tanah dan bunga di pusara Gus Dur utuh,” kata Zainul santri yang ikut menjaga pusara Gus Dur.

Tak hanya itu bentuk ekspresi kecintaan dan kekaguman kepada Gus Dur. Berbagai kelompok masyarakat meminta pemerintah menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan.

Gaung itu menggema hingga ke Gedung Dewan. Para wakil rakyat pun berkomitmen, secepatnya merealisasikan pemberian gelar pahlawan pada sosok, yang diakui sebagai Bapak Pluralisme dan Multikultural ini.

Laporan: Bambang Sujarwanto| Surabaya Post
Sumber : VIVAnews dan ANTARA
Celetukanyambung...

Ada Sebutir Apel Jatuh Di Google Hari Ini!

Celetukanopik :

Sudah kebiasaan Google menampilkan gambar-gambar yang berhubungan dengan tokoh atau peristiwa tertentu di dunia. Namun hari ini (4 Januari 2010), cukup berbeda. Yang biasanya gambar itu diam saja, sekarang terlihat ada sentuhan animasi. Jadi terlihat menarik dan atraktif. Ini jelas nampak pada gerakan apel yang paling kiri ketika jatuh.
Sedangkan hal lainnya tetap. Seperti ketika kita mengarahkan mouse ke gambar itu, maka akan muncul tulisan tentang tokoh atau peristiwa yang terjadi (lihat gambar no. 2).


Kapan ya, saya atau paling tidak blog saya ini bisa ditayangkan?
Celetukanyambung...