feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Celetukangobrol

Powered by ShoutJax

Mengapa Tidak Ada Sholat Anti Hujan?

Celetukanopik :

Hari-hari terakhir beberapa tempat selalu diguyur hujan. Tak peduli siang dan malam. Bahkan sudah mirip orang minum, 3 x sehari. Sehingga tak ayal meluncurlah kata-kata manis macam ini:
1. Hujan terus, nyusahin aja.
2. Kalau hujan terus, mana bisa jemuran kering.
3. Hujan itu enaknya di malam hari, jadi biar bisa bikin tidur nyenyak.
4. Jualan es jadi nggak laku.
5. Nggak bisa keluar kemana-mana, dech.
dan yang lainnya.

Lantas muncullah pikiran mengapa tidak ada sholat anti hujan. Padahal sholat minta hujan kan ada. Sebelum kita bahas ketidak-adaan sholat anti hujan. Lebih baik kita bahas dulu sholat minta hujan. Sholat minta hujan biasa disebut sholat Istisqo. Istisqo berarti meminta hujan, jadi sholat istisqo dilakukan untuk memohon turunnya hujan. Para ulama sepakat, bila kebutuhan air menjadi sulit karena lama tidak turun hujan maka disunnahkan melakukan istisqo, pergi keluar kota, berdoa, memohon agar Allah menurunkan hujan.

Sholat istisqo dilakukan dua rakaat dan cara melaksanakannya sama dengan sholat ‘id, membaca surat “qaf” pada rakaat pertama dan “iqrabat” pada rakaat kedua. Akan tetapi waktunya tidak ditentukan, jadi pelaksanaan sholat ini dapat dilakukan kapan saja, siang atau malam.

Setelah sholat selesai, imam menyampaikan dua khotbah, diawali dengan istighfar sembilan kali pada khutbah pertama dan tujuh kali pada khotbah kedua. Di dalam khotbah dianjurkan banyak membaca istighfar dan mengajak jamaah untuk memohon ampun kepada Allah.

Karena saya tidak tahu tentang mengapa tidak ada sholat anti hujan. Mohon kiranya Anda yang sempat mampir ke artikel, dapatnya mengirimkan komentar yang menguraikan mengapa tidak ada sholat anti hujan!

Dan untuk itu terima kasih sebelumnya.

Sumber gambar : Berita Jatim

Celetukanyambung...

Selamat Tahun Lama

Celetukanopik :

Rasanya tak adil jika kita hanya mengucapkan "Selamat Tahun Baru", tanpa mengucapkan "Selamat Tahun Lama". Karena kita tak dapat berada di Tahun Baru sekarang ini, tanpa ada Tahun Lama.

Tentu sudah banyak hal yang telah kerjakan di tahun yang lama. Dan banyak pula target yang telah dicanangkan di tahun tersebut, namun tidak semuanya terlaksana. Untuk itulah kita perlu melakukan perenungan diri.

Muhasabah
Dalam istilah Agama Islam hal ini disebut Muhasabah. Arti muhasabah ialah introspeksi atau mawas atau meneliti diri. Yakni menghitung-hitung perbuatan yang telah kita kerjakan. Pada pergantian tahun (evaluasi tahunan) ini, ada baiknya kita mengevaluasi diri kita masing-masing, sejauh mana telah melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Sekiranya sudah melaksanakan, maka hendaknya ditingkatkan. Tetapi seandainya belum melaksanakan perintah serta meninggalkan larangan-Nya dan Rasul-Nya, maka harus kembali sadar (yaqdhah) kemudian bertaubat kepada Allah.

Tindakan muhasabah ini memang diperintah Allah dengan firman-Nya yang artinya: ''Hai orang-orang yang beriman takwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan''. (QS. al-Hasyr/59:18).

Dalam ayat tersebut, kata takwa disebut dua kali, yang pertama sesudah kalimat panggilan kepada orang yang beriman, alladzina amanu, dan yang kedua setelah kata maqaddamat lighad. Maksudnya ialah iman saja yang terletak dalam hati belum cukup, ia harus diaktualkan dalam bentuk amal shalih atau akhlak al-karimah. Artinya pengakuan dalam hati itu harus dibuktikan dengan aksi, tanpa aksi iman akan kurang bermakna.

Muhasabah hendaknya dilakukan secara umum maupun khusus. Yang umum tentang umur, harta, kesempatan dan waktu, apakah tiga hal itu secara maksimal sudah dipergunakan untuk beribadah kepada Allah dan pengabdian kepada orang lain serta masyarakat. Kita harus ingat akan sebuah hadits Nabi saw.: ''Raihlah lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk, sehat sebelum sakit, dan hidup sebelum mati''.

Umur bertambah panjang berarti lebih dekat dengan mati, menemui Allah SWT, tentu harus disertai bekal yang cukup memadai dan seterusnya. Untuk memantapkan muhasabah itu, perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Muraqabah (pengawasan). Pengawasan dilakukan terhadap lahiriah dan batiniah semua perbuatan kita, seperti keikhlasan dan kesempurnaan amal kita.

2. Mu'aqabah (sanksi), yakni memberi sanksi kepada diri sendiri, tentu atas dasar manfaat, seperti meninggalkan amal kebaikan diberi sanksi melaksanakan ibadah yang lebih baik, sesuai dengan hadits nabi saw.: ''ikutilah kejelekan atau kejahatan dengan kebaikan, karena amal kebaikan itu bisa melebur dosa, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang bagus''. (HR. Tirmidzi).

3. Mu'atabah ala al-nafs (mengkritik pada diri sendiri), suatu kritikan yang sesuai dengan standard Alquran dan al-Hadits, seperti mempertanyakan mengapa kamu berbuat kemaksiatan begini dan begitu, mengapa kamu malas, mengapa kamu tidak jujur dan sebagainya.

Resolusi
Muhasabah takkan ada artinya tanpa kita tindak lanjuti dengan resolusi. Resolusi ini adalah putusan atau kebulatan tekad untuk melakukan suatu hal.

Inilah 10 tips sukses yang bisa dilakukan jika kita ingin membuat resolusi Tahun Baru:
1) Buatlah hanya satu resolusi; peluang sukses kita lebih besar ketika kita menyalurkan energi untuk mengubah hanya salah satu aspek dari perilaku kita.

2) Jangan menunggu hingga malam Tahun Baru untuk memikirkan resolusi kita. Luangkan waktu beberapa hari sebelumnya untuk merefleksikan apa yang sesungguhnya ingin kita raih.

3) Singkirkan resolusi sebelumnya; memutuskan untuk menengok ke belakang dan melihat resolusi terdahulu hanya akan membuat kita frustrasi dan kecewa.

4) Jangan ikut arus dan membuat resolusi yang biasa-biasa saja. Pikirkan tentang apa yang sesungguhnya kita inginkan dalam hidup.

5) Pecahkan tujuan utama kita dalam serangkaian langkah pencapaian, fokus pada penciptaan langkah-langkah tujuan yang konkret, terukur, dan terjadwal.

6) Sampaikan ke teman-teman dan keluarga tentang tujuan kita, itu akan meningkatkan rasa takut akan gagal dan menarik dukungan.

7) Secara reguler ingatkan diri akan keuntungan yang dapat diraih dari pencapaian tujuan-tujuan kita dengan membuat daftar tentang bagaimana kehidupan akan lebih baik begitu tujuan besar kita tercapai.

8) Berikan diri kita hadiah kecil kapan pun kita meraih tujuan-tujuan turunan kita. Itu akan motivasi dan membuat kita terus berupaya untuk maju.

9) Buatlah rencana dan kemajuan kita menjadi konkret dengan menyimpan jurnal yang ditulis tangan, dan melengkapi kertas kerja di komputer, atau menutup papan pengingat dengan grafik maupun gambar.

10) Terimalah bahwa sewaktu-waktu kebiasaan lama akan muncul. Sikapi setiap kegagalan sebagai kemunduran sementara ketimbang menjadi alasan untuk menyerah dan pasrah.

Insya Allah jika kita bisa melakukan muhasabah, kemudian mengikutinya dengan resolusi tersebut, maka kita akan bisa meningkatkan amal kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan sedikit demi sedikit. Wallahu a'lam bish shawab.

Sumber : Harian Suara Merdeka dan Kompas

Celetukanyambung...

Celetukanca

Anda mau memasukkan link Anda secara otomatis.
Isi saja form di bawah ini :
Celetukanyambung...

Gus Dur adalah seorang ... ...

Celetukanopik :






seorang yang humanis, demokratis, optimis, humoris, dan cinta akan pis!



Celetukanyambung...

Narablog Tidak Bisa Berorganisasi Dalam Skala Nasional?!

Celetukanopik :

Benarkah para narablog (istilah lain dari blogger) tidak bisa berorganisasi dalam skala nasional? Jawabannya bisa benar, bisa salah. Alasan yang memilih salah, adalah nyatanya para narablog sampai detik ini tidak mempunyai organisasi narablog tingkat nasional, adanya cuma lokal thok. Ini artinya mereka sulit untuk "bermain" pada wilayah yang lebih luas. Padahal suatu organisasi kelokalan macam ini cenderung etnosentris. Bisa jadi, ini karena budaya lokal khususnya kebahasaan dan kenyamanan bergaul masih mempunyai magnet yang cukup kuat. Sehingga proses integrasi narablog ke lingkup nasional sulit terlaksana.

Jika memang narablog tidak bisa berorganisasi skala nasional, saya kira bukan karena alasan di atas, namun karena hal berikut ini:

1. memalukan
Coba jika narablog itu bersatu dan mendirikan sebuah organisasi nasional. Singkatan organisasinya akan sungguh memalukan (baca: jorok).
Seperti ini contohnya: Asosiasi Narablog Nusantara disingkat ANU, alternatif singkatan lain adalah ANUS. Lihat kan! Memalukan, kedua singkatan tadi merupakan anatomi tubuh manusia, yaitu: depan dan belakang saja.

2. meniru
Nama lainnya juga sama saja, jika disingkat. Contoh : Persatuan Narablog Indonesia, disingkat PNI. Lihat! Seperti nama partai Orde Lama dan Orde Reformasi.

3. kuno
Jelas kuno dan membuat orang salah sangka, apabila para narablog itu mendirikan organisasi dengan nama ANTIK (kepanjangan dari Aliansi Narablog Aktif). Masyarakat akan mengira narablog adalah kumpulan kolektor barang kuno atau penjual barang purbakala.

Celetukanyambung...

Tim Pencari Malu

Celetukanopik :

Selama ini kita selalu membuat Tim Pencari Fakta, namun akhirnya tim tersebut rekomendasinya sebagian besar hanyalah macan kertas. Kelihatan sangar, tapi ompong kekuatan legal-formilnya.

Untuk itu ke depan kita tidak perlu membuat Tim Pencari Fakta (TPF), karena nyatater - ternyata kerjanya dianggap angin. Banyak fakta yang diungkap ke permukaan, namun tak mampu membuat para pelaku yang terlibat tidak merasa malu.

Untuk itulah perlu dibuat tim pengganti (cuma ganti huruflah), yang kerjanya bisa membuat malu para pelaku. Meskipun anggarannya sama (denger-denger paling tidak M-M an), tapi dapat membuat jera si pelaku.

Ini tentunya lebih baik, daripada keluar miliran rupiah, namun tanpa hasil yang pasti.

Karena berhubungan dengan malu, pasti alangkah baiknya jika tim ini kita namai Tim Pencari Malu. Kenapa dinamai dengan Tim Pencari Malu? Sebabnya adalah dengan dinamai Tim Pencari Malu, tiap anggotanya akan tersugesti untuk malu, kalau tidak dapat mencari bukti-bukti kebenaran dan menyeret para pelakunya ke meja hijau. Selain itu merasa malu, karena sudah dapat gaji, bonus dan fasilitas yang super wah!

Sedangkan bagi para pelaku yang dituduh bersalah, dipastikan mereka akan merasa malu, dari malu biasa sampai malu banget. Karena malunya sudah dibeberkan ke muka umum. Intinya siapa sih yang tidak malu, kalau malunya dipertontonkan ke khalayak ramai?

Dan hal itu akan membuat mereka mau tidak mau harus bermuhasabah. Yang endingnya mereka mau bertobat dan menyerahkan diri ke pihak yang berwenang tanpa harus ditangkap paksa atau di-makzulkan!
Celetukanyambung...

Lebih Lambat Lebih Nikmat

Celetukanopik :

Mungkin saja lebih cepat lebih baik, namun bisa jadi lebih lambat lebih nikmat.

Kesimpulannya cepat atau lambat adalah tergantung pada situasi dan kondisinya.

Lho baru satu kalimat, kok sudah disimpulkan? Apa nggak boleh? Memang menurut kebiasaan, kesimpulan ditarik sesudah ada uraian yang berkeliling, luas, panjang, lebar dan tinggi. Tapi ndak mustahil tho, mengambil kesimpulan setelah satu-dua kalimat. Yang penting kan esensinya sudah masuk atau sudah sesuai dengan kebutuhan.

Biologi
Karena judulnya lebih lambat lebih nikmat, kita akan gali "yang lambat tersebut" dari satu segi pengetahuan alam. Dalam dunia biologi (ilmu yang ngurusi yang hidup-hidup), ada bahasan tentang reproduksi manusia, atau bahasa sederhananya (maksudnya dipaksakan) adalah urusan ranjang. Pada urusan ranjang, tak ada lelaki pun yang mau disebut kelompok MAS EDI (ini singkatan, panjangannya tentu semua sudah sama tahu). Karena jika terlibat dalam kelompok MAS EDI, maka kepuasan lahir-batin takkan tercapai dalam sebuah hubungan intim. Apabila ini terus berlanjut, akan menyulut goncangan sistemik (meminjam istilah Mbak Sri & Bang Boediono) dalam rumah tangga. Sehingga wajar kalau ada pria berusaha sekeras tenaga untuk membentengi dirinya dari kelompok MAS EDI. Dan tentunya gerombolan anti MAS EDI ini dapat dipastikan termasuk kalangan kaum sex-fundamentalis yang "selalu" wajib terlambat dalam berhubungan badan.

Mereka merasa bangga apabila disebut kelompok Orgasm Multiple (istilah tepatnya adalah Multiple Orgasm, agar terlihat enak didengar dalam singkatan, maka dibalik saja, sehingga singkatannya adalah OM). Pokoknya OM-OM mania lah!

Untuk itu yang tertarik paparan ini dapat masuk ke sini

Blogologi
Dalam blogologi (sebutlah demikian, ilmu yang mengurusi hidup-matinya blog) tentunya juga mengenal hal yang di atas.

Jadi anggaplah saya bisa posting sekarang ini, sebabnya adalah seperti di atas. Selain karena daripada banyak kerjaan.
Celetukanyambung...