feedburner

Masukkan alamat emailmu:

Dikirim oleh : FeedBurner

Celetukangobrol

Powered by ShoutJax

Aji Narantaka (bag. 2)

Celetukanopik :

Diiringi para Punakawan, Gathotkaca lari dengan luka sekujur tubuh. Melihat kondisi ini Bagong nggak tega. Terus Bagong berkata, "Mending Ndoro tak gendhong, daripada lari kecapekan! Pasti dijamin mantep tho, enak tho, ayo kemana?". "Ke Ustadz Haryono saja", bilang Gathotkaca.

Sesampainya di regol rumah Ustadz Haryono yang berada di komples MPW (Majelis Permusyawaratan Wayang), para satpam menghentikan mereka.
Satpam : "Anda sekalian darimana?"
Gareng : "Kami dari Tegal Kurusetra. Kami mau minta tolong diobati sama Ustadz Haryono".
Satpam : " Boleh aja, asal kalian pada pake baju koko dan peci putih!"
Petruk : "Masak pake ginian, nggak boleh."
Satpam : "Nggak boleh. Meskipun kalian cowok semua, tapi itu puser pada kelihatan. Itu pornoaksi (tidak menutup aurat)."
Semar : "Terus gimana solusinya?"
Satpam : "Itu ada warung koperasi yang menjual aneka busana muslim. Harganya nggak mahal dan sekarang lagi diskon gedhe, 75%."
Semar : "Blaik kita pada nggak bawa duit. Bisa modar nih Ndoro kita."
Bagong : "Nggak usah khawatir Mo, kita pergi ke Ponari."

Tanpa pikir panjang mereka melesat ke rumahnya Ponari. Dan betapa terkejutnya mereka melihat rumah Ponari, ternyata rumahnya besar banget. Nggak seperti yang ada di televisi selama ini.


Tiba di rumah Ponari, malah Bagong mendapat sambutan hangat. Bagong jadi bingung, karena banyak yang rebutan mau foto bersama. Bagong berkata " Kenapa kalian pada ngerubungi aku?" "Kamu pasti Mbah Surip, tho?" celetuk Mbokne Ponari. Mendengar ini Bagong ketawa ngikik. "Tidak Mbok! Saya ini Bagong. Saya kemari mau minta tolong ama Ponari untuk nyembuhin Ndoro saya Gathotkaca." "O, kirain! Tapi Ponarinya nggak ada, lagi main film ama Dinda Watson."


Punakawan mendengar ini, pikirannya jadi judeg. Harus kemana lagi cari obat. Kok gagal maning, gagal maning terus. Mbokne Ponari yang tahu kegelisahan para Punakawan, hanya tersenyum dan berkata, "Ya uwis, kalian ndak usah khawatir, ini lho ada minuman instan kreasi Ponari. Dijamin mak nyus khasiatnya. Dan gratis nggak usah bayar" Mendengar ini, hati Punakawan, jadi mak plong. Dan tanpa menunggu komando dua kali, Bagong memberikan minuman itu pada Gathotkaca yang sudah setengah kelenger.


Setelah minum Ponari Sweat, Gathotkaca njranthal kembali perkasa seperti sediakala. Dan tak lupa Gathotkaca mengucapkan terima kasih atas kebaikan Mbokne Ponari. Kemudian Mbokne Ponari bertanya, "Setelah kesini, kalian kemana?" "Mau ke rumahnya Eyang Resi Seto!", jawab Gathotkaca. "O, ke rumahnya Kak Seto! Simbok udah kenal, malahan Ponari just friend ama beliaunya. Rumahnya Kak Seto kan jauh, mending naik mobilnya Ponari."



"Dan ini ada kaos Ponari Sweat untuk cinderamata. Bagus untuk dibuat klesetan", imbuh Mbokne Ponari.



Bersambung !

Dikutip secara bebas dari : Majalah Jayabaya No. 50 Minggu III Agustus 2009, pada rubrik Wayang Gombal dengan Lakon Aji Narantaka oleh Ki Guna Watoncarita.
Celetukanyambung...

Aji Narantaka (bag. 1)

Celetukanopik :

Setelah ledakan bom yang terjadi di Hotel Ma'erot dan Cak Ton. Kerajaan Amarta jadi Siaga 1. Punggawa kerajaan dan telik sandi intensif melakukan pengamanan. Setiap ada orang yang membawa banyak barang, khususnya yang bawa ransel, langsung digeledah. Kalo gini terus, Mas BP, bisa ketangkap nih. Kemana-mana dia kan nggendong tas ransel!

Apalagi anaknya para Pandhawa, macam Gathotkaca, Antareja, Antasena dan Abimanyu, juga Setyaki sok over-acting (kebacut).

Hingga pada suatu hari ditangkapilah seorang ibu-ibu yang membawa pisau dalam jumlah besar, dengan interogasi kaya' Ndoro Meneer, Gathotkaca menanyai sang ibu itu.

Gathotkaca : "Kowe orang pasti teroris!"
Ibu : "Tidak tuan!"
Gathotkaca : "Kalo tidak kenapa bawa-bawa itu pisau."
Ibu : "Itu pisau kulakan, tuan!"
Gathotkaca : "Kulakan darimana?"
Ibu : "Dari Malaysie, tuan. Itu lho negeri asal suaminya Manohara."
Gathotkaca : "Ik tidak percaya, kowe pasti bojonya Buto Cakil Yang Top."
Ibu : "Bukan tuan, saya ini Nyi Topo, istrinya Ki Topo."

Tentu jawaban Nyi Topo itu tidak memuaskan bagi para putra Pandhawa itu. Untung datang Sadewa yang terkenal seperti Cinta anaknya Uya Kuya, yang bisa baca pikiran orang. Setelah diperiksa telapak tangannya, Nyi Topo akhirnya dikeluarkan bebas murni, karena tidak terlibat.

Sekarang gantian Gathotkaca, cs. dikuliahi oleh Sadewa. Agar jangan sembarangan menangkap orang. Dan Sadewa ingin mereka kuliah dulu di Universitas Indonesia, ngambil master di bidang Kajian Stratejik Intelijen. Biar pinter dan ngerti akal bulus teroris yang suka mbulet-bulet kaya' ulet, waktu diinterogasi dan juga bisa selangkah lebih maju dibandingkan mereka itu. Kalo setelah lulus, kok terorisnya masih lolos aja. Kata Pak Syamsir Siregar (Kepala BIN), itu namanya Sontoloyo.

Setelah itu patroli pun digeber. Namun nyatater, ternyata teroris pandai main petak umpet. Akhirnya Gathotkaca jadi mupeng dan ilfil, lalu daripada keterusan, mending ngajak para ksatria latihan perang di Tegal Kurusetra, pikirnya. Meskipun latihan perang, semua alutsista dikeluarkan dari produksi Amerika sampai buatan Swiss, macam Swiss Army Knife pun dinampakkan. Prabu Duryudana yang tinggal tidak jauh dari Tegal Kurusetra, sering terbangun tiba-tiba, karena suara gedebukan dan jeduderan.

Lama-lama akhirnya Prabu Duryudana mangkel dan memanggil Patihnya.
Prabu Duryudana : "Paman Sengkuni, saya tidak dapat tidur nyenyak. Padahal sebentar lagi ada Pidato Kerajaan tentang HUT Proklamasi Astina."
Patih Sengkuni : "Gimana lagi, bos? Tegal Kurusetra itu free zone area. Siapa aja boleh pake? Nggak peduli untuk nanggap Inul maupun Cak Nun. Gini aja, Nak Prabu, sumpal telinganya pake cotton-bud punyanya KangBoed."

Ndilalah kersaning Allah, karena kurang anggaran helikopter yang dikomandoi Gathotkaca jatuh dan menimpa rumah salah satu warga Kerajaan Astina. Keluarga Durmagati yang lagi rame-rame kenduri anaknya yang ke-12 mengalami sial. Banyak anaknya yang mati sambil bawa pincukan berisi pecel mercon.

Melihat hal ini Prabu Duryudana kirim Nota Protes ke Pandhawa, menuntut penghentian LATGAB (Latihan Perang Gabungan).

Soal ganti rugi nggak masalah, tapi soal penghentian latihan perang, nanti dulu Bos. Tegal Kurusetra itu kan daerah bebas pakai. Beda dengan Alun-Alun Kartasura, itu mesti jadi cagar budaya. Kata Antasena sambil nyanyi-nyanyi "Semut ireng anak-anak sapi, kebo bongkang nyabrang kali Bengawan ........ Solo. Riwayatmu ini, sedari dulu selalu jadi perhatian insani."

"O lha cah edan! Diberitahu orang tua, malah kurang ajar", ujar Pandhita Durna.
"Laporkan aja ke Mbah Gesang, suruh bayar royalti, supaya kapok. Biar Mbah Gesang nggak ngalami nasib kaya' Mbah Surip yang nggak dibayar-bayar RBT-nya", imbuh Patih Sengkuni.

Karena protes tidak ditanggapi, akhirnya Prabu Duryudana utusan Raden Dursala untuk memberi pelajaran Gathotkaca, cs. yang kurang ajar itu.

Untuk menghadapi Gathotkaca, Raden Dursala memakai Aji Gineng (ada yang menyebut Aji Kumbala Geni). Katanya aji ini bekas milik Adji Massaid yang anggota DPR itu lho. Selain dirinya juga ada Aji Pangestu yang memilikinya. Aji Gineng dinyatakan berkekuatan 5.000 volt. Cukup untuk menyalakan listrik sekecamatan.

Gathotkaca yang berotot kawat dan bertulang besi itupun tak berdaya menandingi keampuhan Aji Gineng. Dan seperti ini ilustrasinya :
blogger-emoticon.blogspot.com

Bersambung !

Dikutip secara bebas dari : Majalah Jayabaya No. 50 Minggu III Agustus 2009, pada rubrik Wayang Gombal dengan Lakon Aji Narantaka oleh Ki Guna Watoncarita.
Celetukanyambung...

Halalkah Rebutan Halal?

Celetukanopik :

Kekuasaan apapun bentuknya, sangat "menyenangkan" apalagi kalau terkait dengan urusan Halal-Haram.

Jika suatu produk atau perbuatan telah dicap haram dan tidak halal, maka serta merta terjadi konstelasi baru terhadap yang pro dan kontra tentang hal itu. Namun bagi kebanyakan orang akan melakukan persepsi negatif pada produk atau perbuatan tersebut. Apalagi kenyataannya cuma ada sebuah lembaga yang berwenang mengetok palu dan tak ada "yang sanggup dan diperbolehkan naik-banding".

Bagaimana kalau tiba-tiba kekuasaan yang sangat menggiurkan itu jatuh ke tangan orang lain? Jelas mangkel, dong Bos, celetuk Kang Segar!

Meskipun sebenarnya kekuasaan itu jatuh ke tangan "kerabat" sendiri. Dan ini terjadi sekarang. Pada RUU Jaminan Produk Halal (JPH) kewenangan sertifikasi akan beralih ke Departemen Agama. Tentu saja hal ini terjadi "perlawanan". Lha wong kekuasaan itu nikmat, je Bos!

Menurut Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Prof Dr KH Asmuni Abdurrahman, "Memang dalam RUU JPH ada rencana peralihan kewenangan sertifikasi halal yang selama ini ditangani oleh MUI. Namun demikian, MUI tetap akan mempertahankannya", kepada wartawan seusai menjadi pembicara pada rapat koordinasi daerah (rakorda) MUI se-Jawa dan Lampung, di Hotel Le Dian, Selasa, tgl. 11 Agustus 2009.

Ia menjelaskan, berdasarkan UU Pangan No 7/1996, sudah sangat jelas MUI dapat melaksanakan sertifikasi halal bagi perusahaan yang memerlukan.

Oleh karena itu, lanjut Asmuni, jelas dia, MUI pun telah membentuk lembaga pengawas obat dan makanan (LPOM).

Asmuni menambahkan, menurutnya, MUI pun telah berpengalaman selama 20 tahun dalam melakukan sertifikasi halal terhadap produk pangan dan obat-obatan.

"Sebaiknya Depag berperan sebagai instansi yang melakukan bimbingan saja, dan sertifikasi tetap MUI yang memegangnya," tegasnya.

Pemberian sertifikasi halal, jelasnya, kepada suatu produk makanan dan obat-obatan harus dilakukan oleh lembaga yang memiliki kompetensi bukan oleh lembaga yang tidak berkompeten.

"Jika tidak lagi ditangani oleh MUI, maka tidak menutup kemungkinan nanti semua orang boleh mengeluarkan fatwa ini haram dan itu halal semaunya, mengeluarkan sertifikasi semaunya," katanya.

Ia mengatakan, RUU JPH sendiri saat ini, kata dia, masih dibahas di DPR.

Lihat tho, betapa ngeyelnya melakukan upaya untuk melanggengkan kekuasaan.

Sumber : tvone.co.id
Celetukanyambung...

Kuli Bangunan Yang Aneh

Celetukanopik :

Jika Anda ingin rumahnya terlihat bagus dan cepat rampungnya, jangan pernah menyewa kuli bangunan yang latah, karena akibatnya bisa seperti berita di bawah ini :

Densus 88 Beli Rumah Rp 125 Juta dan Bongkar Beton
Senin, 10 Agustus 2009 | 21:18 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi - Demi memburu jaringan Noordin M. Top, pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror rela menjadi kuli bangunan dan membeli rumah di Puri Nusaphala, Jatiasih, Bekasi, seharga Rp 125 juta.

Tiga hari sebelum penggrebekan, empat orang Densus berpura-pura menjadi kuli bangunan. Mereka berulang kali merenovasi rumah yang dibeli itu dan tak pernah rampung. Itu untuk memantau gerak gerik tersangka teroris di rumah yang disewa Ahmad Feri.

Rumah tersebut milik Mulyono, yang berjarak satu rumah dari penyimpanan 500 kilogram bahan peledak. Rumah renovasi Blok D nomor 10, sementara rumah penyimpanan bom nomor 12. Menurut Sri Aman Indrati, yang tinggal di antara rumah teroris dengan rumah Densus, para 'kuli bangunan' terlihat aneh. "Mereka sepertinya tidak mau menyelesaikan bagian yang direnovasi," kata Sri, kepada Tempo, Senin (10/8).

Selama tiga hari itu, pasukan Densus yang menyamar sebagai kuli bangunan membongkar atap genteng bagian depan, lalu memasangnya kembali, kemudian membongkarnya lagi.
Begitupula pagar tembok yang dibuatkan cor-coran semen, dipasang tetapi dibongkar lagi, begitu seterusnya. "Jadi tidak pernah rampung pekerjaannya," katanya.

Sri Aman baru mengerti Sabtu dini hari lalu, ketika pasukan Detasemen Khusus menembak mati Eko Joko Sarjono dan Air Setiawan, di lokasi itu. Empat orang 'kuli bangunan' yang dilihatnya sehari-hari mencampur semen, tiba-tiba ikut dalam aksi penggrebekan. "Saya sama sekali tidak curiga, tampangnya sangat mirip kuli bangunan," ujarnya heran.

Penampilan pasukan Densus yang melakukan penyamaran itu jauh dari petugas keamanan. Kulitnya hitam, tampilan kumel karena setiap hari berjemur di bawah terik matahari.

Setiap sore selesai bekerja, kata Sri, para 'kuli bangunan' itu selalu menggerombol di pinggir jalan persis di depan rumah yang disewa kaki tangan Noor Din M. Top.
(Hamluddin)
Celetukanyambung...

Latihan Pake Letter Jawi

Celetukanopik :

چيليتوكن سڬر سكارڠ لاڬي ڤوڽا ماو، ماوڽ چوبا ڤاكي بهاس ايندو-ڬادو2ايك س دڠن ليتتر جاوي سچارا ڤرچوما.

نق هندق دكاتا اڤ، اوق ڤرتام كالي سوا ليتتر جاوي جادي بيڠوڠ، ماسق ليتتر جاوي كايء ليتتر حجاءيييه. ستله تيڠوق سان، تيڠوق سيني، ترڽات يڠ دمقصود دڠن ليتتر جاوي ايت اداله ابجد عرب يڠ داوبه اونتوق منوليسكن بهاس ملايو، بوكنڽ هانچاراك ﴿كومڤليتڽ لايڠ هانچاراكا﴾.

سداڠكن د جاوا، ليتتر تادي دسبوت عرب ڬونضول ﴿ڬونضول﴾. دري ڬونضول دموديفيكسي لاڬي منجادي ڤيڬون. اڤ بيداڽ، ليتتر جاوي اتاو ڬونضول ايت دڠن ڤيڬون؟ بربيدا دڠن ليتتر جاوي، يڠ دتوليس ڬونضول، ڤيڬون همڤير سلالو دبوبوهي تندا ۏوكل. جك تيدق، مك تيدق دسبوت ڤيڬون لاڬي ملاءينكن ڬونضول. بهاس جاوا مميليقي كوسكات ۏوكل ﴿اكسارا سوارا﴾ يڠ لبيه باڽق درڤد بهاس ملايو سهيڠڬ ۏوكل ڤرلو دتوليس اونتوق مڠهيندري كرانچوان.

Transliterasi :

Celetukan Segar sekarang lagi punya mau, maunya cuba pake bahasa Indo-Gado2x dengan letter Jawi secara percuma.

Nak hendak dikata apa, awak pertama kali sua letter Jawi jadi bingung, masak letter Jawi kaya' letter Hijaiyyah. Setelah tengok sana, tengok sini, ternyata yang dimaksud dengan letter Jawi itu adalah abjad Arab yang diubah untuk menuliskan Bahasa Melayu, bukannya Hanacaraka (kumplitnya Layang Hanacaraka).

Sedangkan di Jawa, letter tadi disebut Arab Gundhul (Gundhul). Dari Gundhul dimodifikasi lagi menjadi Pegon. Apa bedanya, letter Jawi atau Gundhul itu dengan Pegon? Berbeda dengan letter Jawi, yang ditulis Gundhul, Pegon hampir selalu dibubuhi tanda vokal (baca : Harakat/Sandhangan). Jika tidak, maka tidak disebut Pegon lagi melainkan Gundhul. Bahasa Jawa memiliki kosakata vokal (aksara suara) yang lebih banyak daripada bahasa Melayu sehingga vokal perlu ditulis untuk menghindari kerancuan.

Ini nih letter Jawi (Arab Gundhul) :






















Dan harakat atawa sandhangan pada Pegon :

Celetukanyambung...

Esbeye M. Top

Celetukanopik :

Nama saya adalah Esbeye M. Top, sebuah nama yang keren, bukan? Meskipun terdengar agak terdengar aneh, nama saya ini kaya makna. Nggak percaya? Coba lihat arti nama saya ini :

1. Es itu simbolik dari dingin menyegarkan, maksudnya meskipun keadaan susah, saya selalu diharapkan mampu menjadi penyegar suasana, baik bagi pribadi maupun lingkungan.

2. be itu simbolik dari huruf B, maksudnya meskipun huruf B letaknya berada di nomor 2, tapi bisa menjadi sosok yang terbaik, artinya walaupun bukan yang pertama dan pionir, namun selalu menjadi yang terunggul.

3. ye itu simbol ejekan, maksudnya ejekan terhadap ketidak-mampuan terhadap seseorang yang tidak bisa mengerjakan yang biasa dilakukan semua orang. Ejekan yang mampu memompa semangat untuk maju (progresif).

4. M. itu singkatan dari imbuhan me-, maksudnya menjadi manusia yang aktif-dinamis, karena imbuhan me- itu selalu berarti aktif non pasif.

5. Top itu singkatan dari ngetop, maksudnya bisa menjadi manusia yang terkenal dan populer karena aktivitas sosialnya, bukan karena dapat sokongan dari pihak kekuasaan.

Demikianlah daripada keterangan nama saya yang ngetop abis! Celetukanyambung...

Pakai Nama Yang Nendang

Celetukanopik :

Mau produknya sukses? Pakailah nama yang aneh, nggregeti, ngangeni sampai njijiki. Begitulah katanya trik untuk meraup kepopuleran. Dan banyak perusahaan yang menuruti advis ini. Namun tentunya tak semua dapat kesuksesan, selain karena manajemen yang handal, rantai distribusi yang berjalan baik, birokrasi pemerintahan, iklim keamanan yang nyaman, juga karena ada faktor X.

Meskipun begitu, kita akan cuplik salah satu yang ngena banget, yaitu sabun cuci cair "Mama". Mungkin dengan nama ini, perusahaan pembuatnya menginginkan para konsumen akan selalu teringat ketika menyebut "mama yang sebenarnya" dan menganggap kehebatan produknya setara dengan kehebatan sang mama tersebut.

Apalagi dengan iming-iming produk ini berharga seribu perak, membuat para pelanggan di negeri tropis in yang hobi dengan harga murah, semakin tertantang untuk membelinya.

Terus berapa untung yang dapat diraih, jika sebuah produk yang ber-hitech macam ini, dihargai serendah itu? Tentu tak ada yang tahu, kecuali si pebisnis itu sendiri atau kalangan yang serupa. Tapi tak ada salahnya jika kita juga ikut melakukan kalkulasi terhadap hal itu. Tentu untuk dapat melakukan perhitungan kita juga butuh keterangan harga bahan dasarnya (modal).

Menurut Iwan Malik untuk bisa menghasilkan lebih dari 30 liter sabun cair kwalitas baik, cukup bermodal Rp 100 ribu. Dan bahan-bahannya sebagai berikut :

* Texapon 10%
* Sodium sulfat secukupnya
* Camperlan secukupnya
* Asam sitrid 1%
* EDTA 0,1%
* Parfum secukupnya
* Propilin glikol secukupnya
* Pewarna secukupnya
* Air

Peralatan yang dibutuhkan: Ember, Gelas ukur dan pengaduk kayu
Cara membuat:


1. Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih
2. (1) + masukkan air sedikit demi sedikit sampai 50% nya
3. (2) + masukkan camperlan aduk rata
4. (3) + sisa (20-30)% air dimasukkan sedikit demi sedikit
5. (4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit hingga terlihat mengental
6. (5) + pewarna secukupnya aduk rata
7. (6) + parfum secukupnya
8. Siap dikemas

Catatan:
* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 500 ml sabun cair.
* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 )

Analisis Bahan
Texapon ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Senyawa ini adalah surfaktan. Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai pengental. Camperlan ini bentuknya cairan kental yang berfungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembung-gelembung kecil. Asam sitrit bentuknya serbuk yang berfungsi sebagai pengangkat lemak. EDTA ini bentuknya serbuk berfungsi sebagai pengawet sabun cair. Parfum ini bentuknya cair fungsinya sebagai pewangi sabun cair. Propilin glikol ini bentuknya cair fungsinya sebagai pengikat parfum. Pewarna ini bentukya serbuk fungsinya sebagai pemberi warna pada sabun cair.

Biaya Operasional
Untuk memasarkan suatu produk ke masyarakat harus diperhitungkan biaya produksinya
untuk mengetahui keuntungan suatu produk dalam setiap kemasan atau liternya. Biaya operasional untuk sekali produksi di antaranya meliputi:
1. Biaya bahan per liter atau per kemasan dgn rumus = total biaya pembelian bahan di bagi jumlah berapa liter atau kemasan yang dihasilkan.
2. Biaya kerja per liter atau per kemasan.
3. Bila dalam bentuk kemasan dihitung biaya kemasan dan stikernya.
4. Biaya penyusutan alat artinya peralatan yang digunakan akan di ganti berapa lama untuk membeli peralatan baru
5. Biaya promosinya
6. Biaya transportasi

Dari komponen-komponen biaya operasional dijumlahkan kemudian ditambah laba setiap kemasan atau liternya, sehingga kita akan mengetahui berapa keuntungan dalam setiap kemasan atau liternya.
Kiat-kiat pemasaran

Pemasaran merupakan ujung tombak dari suatu usaha baik dalam bentuk produk maupun jasa. Sebaik apapun suatu produk jika pemasarannya mlempem akan tidak berkembang. Ada beberapa jurus yang dapat kita gunakan:
1. Percaya dan bangga terhadap produk yang kita pasarkan.
2. Paham dan mengerti tentang produk tersebut.
3. Buat kartu nama, kop surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik dan mencerminkan citra profesional.
4. Tampilkan kesan pertama yang baik.
5. Biasakan membawa kartu nama dan brosur perusahaan kemanapun anda pergi, untuk di perlukan sewaktu-waktu.
6. Pelajari karakter konsumen yang akan menjadi target pasar produk.
7. Buat jaringan kerja atau network dimanapun, untuk menambah panjang relasi anda.
8. Sabar, disiplin da konsisten.
Celetukanyambung...